IBADAH + PERAYAAN NATAL

28 Desember 2014

IBADAH MALAM NATAL

24 Desember 2014

GPdI SORENGAN AWARD

24 Desember 2014

LOMBA-LOMBA MENYAMBUT NATAL 2014

14-21 Desember 2014

Showing posts with label Kesaksian. Show all posts
Showing posts with label Kesaksian. Show all posts

Tuesday, June 24, 2014

Masa-masa Buruk

Setiap orang pasti pernah mengalami masa buruk dalam kehidupannya, tak terkecuali dalam kehidupan saya pribadi. Pengalaman yang buruk saat masih bersekolah, tepatnya saat bangku SMA. Bersekolah di SMA di salatiga yang terbilang SMA yang cukup favorit saat itu,  murid-muridnya dituntut untuk selalu disiplin. Jam masuk sekolah 6.45, membuat saya sering terlambat dan sering kena hukuman dari guru.
Hal ini membuat saya tidak bisa konsentrasi dalam belajar, hingga pada akhirnya orangtua saya dipanggil kepala sekolah, disekolah orangtua saya diberi peringatan jika saya sampai melanggar aturan sekolah satu kali lagi maka akan dikeluarkan dari sekolah.Sungguh saya merasa bersalah dan telah mengecewakan orangtua saya, saat itu juga saya memutuskan untuk dipindahkan ke sekolah yang lebih dekat supaya saya bisa lebih konsentrasi dalam belajar.
Tetapi rancangan Tuhan jauh yang ada dipikiran saya, di Ampel saya tidak diterima karena pada saat itu tengah semester, sungguh saat itu membuat saya sangat stress dan putus asa. Hingga akhirnya ada salahsatu jemaat yang memberi saran untuk mendaftar di sekolah yayasan katholik di Boyolali.
Disekolah ini saya bisa diterima dan belajar dengan teman-teman yang mayoritas adalah anak panti asuhan kristen. Mereka menjalani hidup sehari-hari  dengan apa adanya, banyak yang tidak makan saat jam istirahat karena tidak punya uang, ada juga teman yang tidak mempunyai keluarga sama sekali. Saat itu hati saya terketuk melihat kehidupan mereka.  Sungguh saya merasa sangat bersyukur dibandingkan dengan mereka, masih diberi orantua yang selalu ada untuk saya, memberikan fasilitas, memberikan uang saku yang cukup, tetapi saya menyiakan-nyiakan begitu saja bahkan mengecewakan mereka.

Tuhan sungguh baik melalui sekolah ini saya bisa belajar dengan baik untuk masa depan saya, saya bisa lulus dengan nilai yang terbaik, bisa melanjutkan kuliah dan setelah lulus bisa langsung mendapatkan pekerjaan, ini semua adalah kebaikan dan kasih Tuhan yang begitu besar dalam hidup saya. Kita harus selalu bersyukur atas apa yang diberikan Tuhan bagi hidup kita, karena Tuhan tidak akan mencobai kita melampaui kekuatan kita.

“1Korintus 10 13
Tuhan tidak akan akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu, Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya.”

Sumber kesaksian : Bapak Wahyu

Monday, April 28, 2014

Diam/sabar adalah emas

Diam/sabar adalah emas
Diam atau sabar adalah emas, ini kata yang pas dan pantas seperti yang telah banyak dan sering saya alami di dalam rumah tangga kami, dan dengan orang-orang terdekat kami. Sering saya alami setiap pulang beraktifitas, tiba-tiba saja raut wajah istri saya lain dari biasanya, demikian juga dengan orangtua saya. Dalam hati saya sering bertanya, ada apa lagi dengan rumah tangga kami?. Rasa ingin tahu jadi tak terbendung lagi , saya tanya istri saya hanya diam saja, pengen marah takut tambah runyam.
Dan tepatnya 1 minggu yang lalu walaupun ini sudah sering terjadi, kira-kira jam 01.00 dini hari saya terpaksa membangunkan istri saya untuk sekedar ingin tahu apa yang terjadi dengan orang tua kami, kenapa tadi sore orangtua ketemu saya pada diam semua? Emang ada masalah apa lagi? Dan benar saja apa yang saya pikirkan, orangtua saya bentrok/berselisih paham dengan istri saya hanya karena masalah sepele.
Bermula dari Bapak saya pinjam sekop dirumah saya, berhubung ada dua buah Bapak saya memilih sekop yang baru, lalu sama Istri saya diganti dengan sekop yang sudah reot/rusak. Dalam hati saya menyadari itu yang membuat Bapak saya marah, tetapi kenapa semua jadi marah dan diam sama saya? Mungkin ini dianggap hanya permasalah yang sepele, ketika seorang menantu tidak akur dengan mertuanya, tetapi bagi saya ini merupakan beban pergumulan yang begitu berat. Ingin rasanya malam itu saya membangunkan orangtua saya, tapi masih banyak pertimbangan, kenapa ini terjadi lagi? Kenapa belum juga rukun? Kenapa masih ada iri hati? Kenapa masih ada ketidakharmonisan?
Tetapi saya tetap yakin dan percaya Tuhan masih bersama kami dan masih senantiasa memberi kesabaran, karena saya sangat memegang teguh firman Tuhan : “jadilah terangmu bercahaya didepan semua orang”. Tuhan pasti memberi pertolongan bagi kehidupan rumah tangga kami terlebih keluarga besar kami, orang tua dan saudara-saudara kami yang belum percaya menjadi percaya terlebih bisa menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan juruselamat.AMIN


Amsal 14 : 29 : “Orang yang sabar besar pengertiannya, tetapi siapa cepat marah membesarkan kebodohan.”

Sumber kesaksian : Bapak Priyanto