IBADAH + PERAYAAN NATAL

28 Desember 2014

IBADAH MALAM NATAL

24 Desember 2014

GPdI SORENGAN AWARD

24 Desember 2014

LOMBA-LOMBA MENYAMBUT NATAL 2014

14-21 Desember 2014

Friday, February 20, 2015

Menguasai diri dalam segala hal

1 Korintus 9 : 24-27
“24. Tidak tahukah kamu, bahwa dalam gelanggang pertandingan semua peserta turut berlari, tetapi bahwa hanya satu orang saja yang mendapat hadiah? Karena itu larilah begitu rupa, sehingga kamu memperolehnya! 25. Tiap-tiap orang yang turut mengambil bagian dalam pertandingan, menguasai dirinya dalam segala hal. Mereka berbuat demikian untuk memperoleh suatu mahkota yang fana, tetapi kita untuk memperoleh suatu mahkota yang abadi. 26. Sebab itu aku tidak berlari tanpa tujuan dan aku bukan petinju yang sembarangan saja memukul. 27. Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak.”
Latar belakang Alkitab ikor adalah merupakan budaya Yunani yang setiap tahunnya diadakan lomba lari untuk bapak-bapak dari kota Korintus sampai di gunung Olimpus. Para pemenang dari  lomba itu akan mendapatkan mahkota daun yang di rangkai oleh orang-prang tertentu, yaitu oran-orang suci.
Jadi mereka bertanding dengan sabar sampai garis akhir untuk mendapatkan hadiah.
Amsal 16 : 32 “Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan, orang yang menguasai dirinya, melebihi orang yang merebut kota.”
Orang yang sabar akan dapat menguasai diri dalam segala hal, penguasaan diri inilah yang kadang sulit diterapkan kebanyakan orang.
1.       Ayat 24 “kita akan masuk dalam gelanggang pertandingan”.Paulus melukiskan prinsip agar kita jangan gagal menggunakan penguasaan diri, dan harus meninggalkan hal-hal yang dapat menyebabkan kita keluar dari perlombaan itu.
2.       Ayat 25 “kita akan fokus satu hal”
1 Petrus 4 : 7 “Kesudahan segala sesuatu sudah dekat. Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa.”
Jangan sampai kita mendua hati, kalau kita berkonsentrasi akan tenang, dan akan dapat menguasai diri dan dapat berdoa.
3.       Ayat 26 “kita jangan hidup sembarangan”
1 Timotius 6 : 12 “11. Tetapi engkau hai manusia Allah, jauhilah semuanya itu, kejarlah keadilan, ibadah, kesetiaan, kasih, kesabaran dan kelembutan. 12. Bertandinglah dalam pertandingan iman yang benar dan rebutlah hidup yang kekal. Untuk itulah engkau telah dipanggil dan telah engkau ikrarkan ikrar yang benar di depan banyak saksi.”
Kita akan bertanding dalam iman yang benar, ketika melakukan sesuatu “ iman harus di depan”
4.       Ayat 27 “Jangan sampai gagal dalam ujian”
Efesus 6 : 11-12 “11. Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis; 12. karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara.”
Orang kristen akan terlibat dalam peperangan rohani untuk melawan iblis dan pasukan roh-roh jahat, peperangan rohani inilah yang digambarkan peperangan iman.
2 Timotius 4 : 5 “Tetapi kuasailah dirimu dalam segala hal, sabarlah menderita, lakukanlah pekerjaan pemberita Injil dan tunaikanlah tugas pelayananmu!”
Berjuanglah dalam perjuangan iman yang benar, kata berjuang berasal dari bahasa Yunani yang berarti “menderita sekali”.
Paulus melihat hidup kekristenan sebagai suatu perjuangan, suatu pergumulan hebat, untuk melawan musuh-musuh Injil, kita semua di panggil untuk membela Injil dalam jabatan apapun dan di manapun Allah menempatkan kita.


“Menderita bersama Yesus adalah bagian yang tak terpisahkan dari dimuliakan bersama Dia.”

Mempertanggung jawabkan setiap perkataan kita di hadapanTuhan

Amsal 13 : 3
“Siapa menjaga mulutnya, memelihara nyawanya, siapa yang lebar bibir, akan ditimpa kebinasaan.”
Perkataan yang sembarangan dan lidah yang tdk terkendali dapat merusak pengaruh kita untuk kebenaran,  menyebabkan kita berdosa, dan mempengaruhi hubungan kita dengan Allah. Kita harus memohon pertolongan dari  Tuhan dalam mengendalikan lidah kita, dan menguasai  perkataan dengan seksama. Apapun kondisi yang terjadi di sekeliling kita, kita harus tetap berkata positif.
Bilangan 21 : 4-9  “4. Setelah mereka berangkat dari gunung Hor, berjalan ke arah Laut Teberau untuk mengelilingi tanah Edom, maka bangsa itu tidak dapat lagi menahan hati di tengah jalan. 5. Lalu mereka berkata-kata melawan Allah dan Musa: "Mengapa kamu memimpin kami keluar dari Mesir? Supaya kami mati di padang gurun ini? Sebab di sini tidak ada roti dan tidak ada air, dan akan makanan hambar ini kami telah muak." 6. Lalu TUHAN menyuruh ular-ular tedung ke antara bangsa itu, yang memagut mereka, sehingga banyak dari orang Israel yang mati. 7. Kemudian datanglah bangsa itu mendapatkan Musa dan berkata: "Kami telah berdosa, sebab kami berkata-kata melawan TUHAN dan engkau; berdoalah kepada TUHAN, supaya dijauhkan-Nya ular-ular ini dari pada kami." Lalu Musa berdoa untuk bangsa itu. 8. Maka berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Buatlah ular tedung dan taruhlah itu pada sebuah tiang; maka setiap orang yang terpagut, jika ia melihatnya, akan tetap hidup." 9. Lalu Musa membuat ular tembaga dan menaruhnya pada sebuah tiang; maka jika seseorang dipagut ular, dan ia memandang kepada ular tembaga itu, tetaplah ia hidup.”
Kisah bangsa Israel itu cukup membuat kita mengerti bagaimana kita menyikapi kondisi yang terjadi di tengah kita. Ketika bangsa Israel dalam perjalanan melintasi padang gurun yang cuacanya begitu panas, sebenarnya tetap ada penyertaan Tuhan untuk mereka. Ketika mereka kepanasan Tuhan mengirim tiang awan di siang hari, ketika malam terasa dingin Tuhan mengirim tiang api di malam hari, tetapi mereka masih bersungut-sungut maka Tuhan tegur mereka.
1.       Mereka mendapat teguran karena mereka tidak sabar berjalan dalam tuntunan Tuhan.
Pengkhotbah 7 : 4 “Orang berhikmat senang berada di rumah duka, tetapi orang bodoh senang berada di rumah tempat bersukaria.”
Kesabaran itu mencegah kesalahan, orang yang sabar atau berhikmat pasti akan bertindak hati-hati.
2.       Ayat 5 : Mereka bersungut-sungut.
Yakobus 5 : 9 “Saudara-saudara, janganlah kamu bersungut-sungut dan saling mempersalahkan, supaya kamu jangan dihukum. Sesungguhnya Hakim telah berdiri di ambang pintu.”
Orang yang bersungut-sungut akan gampang marah, gampang menyalahkan orang lain dan meyalahkan Tuhan.
3.       Ayat 6 : Tuhan mengirim ular tedung ular yang berbahaya, beracun, dan mematikan.
Yesaya 45 : 9 “Celakalah orang yang berbantah dengan Pembentuknya; dia tidak lain dari beling periuk saja! Adakah tanah liat berkata kepada pembentuknya: "Apakah yang kaubuat?" atau yang telah dibuatnya: "Engkau tidak punya tangan!"”
Kita digambarkan sebagai periuk/tembikar tanah liat yang harus menurut kepada pembentuknya, yang dibentuk untuk menjadi bejana yang indah.
4.       Ayat 7 : mereka bertobat dan berbalik dari yang jahat.
Yesaya 30 : 15 “Sebab beginilah firman Tuhan ALLAH, Yang Mahakudus, Allah Israel: "Dengan bertobat dan tinggal diam kamu akan diselamatkan, dalam tinggal tenang dan percaya terletak kekuatanmu." Tetapi kamu enggan,”
Tuhan pulihkan bangsa Israel bukan karena ular tembaganya yang ampuh, tetapi karena kepercayaan mereka yang dipulihkan dan diperbaharui.
Mazmur 25 : 11 “Oleh karena nama-Mu, ya TUHAN, ampunilah kesalahanku, sebab besar kesalahan itu.”
Bangsa Israel telah dipulihkan dan diselamatkan oleh Tuhan.
Sepanjang tahun 2014 ini masing-masing dari kita punya pengalaman pribadi, mungkin pernah seolah melewati padang gurunyang kondisinya kurang bersahabat dan cuaca yang begitu panas atau pernah melewati lembah air mata. Bahkan mungkin pernah pada titik tertentu merasa semua pintu sudah tertutup. Tetapi kita harus tahu bahwa semua itu atas seijin Tuhan dan tetap dalam kendali Tuhan supaya kita menjadi lebih dewasa rohani dan terus maju serta bertanggung jawab dalam segala perbuatan kita.Amin


“Bagi yang berpikiran sehat, tiap hari adalah pertanggung jawaban.”

Ada di tempat yang tepat

Yohanes 15 : 1-8
“1. "Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya. 2. Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah. 3. Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu. 4. Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku. 5. Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa. 6. Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar.7. Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya. 8. Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku."”
Dalam perumpamaan/kiasan ini Yesus menggambarkan dirinya sebagai pokok anggur yang benar dan murid-muridNya adalah ranting-rantingnya. Orang tetap akan berpaut padaNya sebagai sumber kehidupan, maka mereka dapat menghasilkan buah.
Demikian juga kita dipanggil nukan untuk hal-hal yang lain, melainkan untuk rencana yang indah. Sesungguhnya kita adalah pohon yang liar, tetapi sudah dicangkokkan dengan pohon anggur yaitu Tuhan, dan kita juga akan mengalami proses untuk dapat berbuah.
1 Petrus 5 : 7 “Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.”
Tuhan memberikan jaminan yang pasti dalam setiap pergumulan/persoalan yang kita alami. Tuhan tidak bermaksud untuk menyakiti, tetapi salah satu cara Tuhan untuk  melatih dan mendisiplinkan kita agar kita tidak manja.
Ibrani 6 : 7-8 “7. Sebab tanah yang menghisap air hujan yang sering turun ke atasnya, dan yang menghasilkan tumbuh-tumbuhan yang berguna bagi mereka yang mengerjakannya, menerima berkat dari Allah; 8. tetapi jikalau tanah itu menghasilkan semak duri dan rumput duri, tidaklah ia berguna dan sudah dekat pada kutuk, yang berakhir dengan pembakaran.”
Kita adalah tanah yang baik untuk firman Allah, masing-masing kita punya tugas dimana kita berada, Tuhan juga menginginkan kita untuk melaksanakan tugas sebagai anak-anak Tuhan yang siap menghasilkan buah-buah kebenaran bagi  Tuhan.
Yohanes 14 : 24 “Barangsiapa tidak mengasihi Aku, ia tidak menuruti firman-Ku; dan firman yang kamu dengar itu bukanlah dari pada-Ku, melainkan dari Bapa yang mengutus Aku.”
Ayat diatas adalah gambaran tentang pertumbuhan iman kita, orang yang cinta/mengasihi Tuhan pasti akan selalu menuruti firmanNya, maka proses pembentukan akan terjadi, sehingga akan muncul sebagai pribadi-pribadi yang serupa dengan gambarNya.
Mazmur 127 : 1 “Nyanyian ziarah Salomo. Jikalau bukan TUHAN yang membangun rumah, sia-sialah usaha orang yang membangunnya; jikalau bukan TUHAN yang mengawal kota, sia-sialah pengawal berjaga-jaga.”
Pada saat kita bekerja membangun rumah Allah di bumi kita harus memastikan bahwa kita membangun sesuai dengan polaNya, dan oleh rohNya, bukan sekedar menurut gagasan, rencana, dan usaha manusia semata.
Kisah Para Rasul 16 : 25-26 “25. Tetapi kira-kira tengah malam Paulus dan Silas berdoa dan menyanyikan puji-pujian kepada Allah dan orang-orang hukuman lain mendengarkan mereka. 26. Akan tetapi terjadilah gempa bumi yang hebat, sehingga sendi-sendi penjara itu goyah; dan seketika itu juga terbukalah semua pintu dan terlepaslah belenggu mereka semua.”
Paulus dan silas kini menderita di dalam penjara dengan kaki terbelenggu dan punggung terluka, namun di tengah-tengah penderitaan itu mereka berdoa dan menyanyikan puji-pujian.
Alkitab mencatat dan menekankan bahwa tidak ada yang dapat menghambat injil yang dibawa oleh orang percaya yang setia. Di Filipi Allah turun tangan sehingga Paulus dan Silas dikeluarkan dari penjara oleh gempa bumi.
Hari ini adakah belenggu/ikatan yang  terasa membelenggu? Dan adakah kita yang sedang merasa terpasung dan terluka oleh kondisi yang menekan dan menghambat perjalanan dan pertumbuhan iman kita? Kembalilah pada posisi semula, tetap bertahan, dan pastikan kita tetap berdiri dan “ada di tempat yang tepat”.Amin


“Kita tidak dapat memilih kondisi yang harus kita hadapi, tetapi kita bisa memilih bagaimana menyikapinya.”

Kerajaan yang penuh kuasa

Markus 4 : 26-29
“26. Lalu kata Yesus: "Beginilah hal Kerajaan Allah itu: seumpama orang yang menaburkan benih di tanah, 27. lalu pada malam hari ia tidur dan pada siang hari ia bangun, dan benih itu mengeluarkan tunas dan tunas itu makin tinggi, bagaimana terjadinya tidak diketahui orang itu. 28. Bumi dengan sendirinya mengeluarkan buah, mula-mula tangkainya, lalu bulirnya, kemudian butir-butir yang penuh isinya dalam bulir itu. 29. Apabila buah itu sudah cukup masak, orang itu segera menyabit, sebab musim menuai sudah tiba."”
Yesus pernah menyampaikan suatu perumpamaan bahwa kerajaan Allah seumpama seorang penabur yang membutuhkan perjuangan dan tindakan yang tidak main-main.
Ayat 26 “ benih yang ditabur di tanah” : kita dipersiapkan menjadi tanah yang siap ditaburi benih rohani, dan benih itu adalah firman Allah. Dunia ini hanya menaburkan anak duri yang menyakitkan.
Mazmur 65 : 10-11 “(65-10) Engkau mengindahkan tanah itu, mengaruniainya kelimpahan, dan membuatnya sangat kaya. Batang air Allah penuh air; Engkau menyediakan gandum bagi mereka. Ya, demikianlah Engkau menyediakannya:  (65-11) Engkau mengairi alur bajaknya, Engkau membasahi gumpalan-gumpalan tanahnya, dengan dirus hujan Engkau menggemburkannya; Engkau memberkati tumbuh-tumbuhannya.”
Kalau kita menjadi tanah yang baik dan berdiri diatas kebenaran firman Allah maka mari kita terus belajar apa yang Tuhan lakukan.
1.       Tuhan mengaruniakan kelimpahan, baik hal rohani maupun jasmani
2.       Tuhan akan membuatnya sangat kaya, bukan hanya diukur secara materi, tetapi termasuk hal –hal yang biasa tidak kita sadari, misalnya kesehatan, kekuatan, dll...
3.       Batang air Allah penuh air, artinya Tuhan adalah satu-satunya sumber kehidupan yang tidak akan berkesudahan.
4.       Tuhan akan mengairi alur bajaknya, kalau kita sudah menjadi tanah yang baik maka akan muncul aliran-aliran air yang teratur dalam kehidupan kita.
Ayat 27 : seorang penabur harus melaksanakan pekerjaanya dengan sewajarnya, demikian juga orang kristen harus melakukan tugas dan tanggung jawabnya sesuai dengan kehendak Tuhan.
Ayat 28 : Kita harus hidup mengikuti alurnya Tuhan yang tidak melakukan penyimpangan-penyimpangan atau hal-hal yang tidak sesuai dengan jalan yang Tuhan tentukan.
Ulangan 24 : 19 “Apabila engkau menuai di ladangmu, lalu terlupa seberkas di ladang, maka janganlah engkau kembali untuk mengambilnya; itulah bagian orang asing, anak yatim dan janda--supaya TUHAN, Allahmu, memberkati engkau dalam segala pekerjaanmu.”
Ayat diatas menggambarkan tetang pribadi/karakter. Di dunia ini ada pribadi yang pelit, tetapi ada juga pribadi yang suka berbagi pada orang lain “murah hati”, praktis pribadi semacam itu tahu mana yang harus menjadi bagiannya dan mana yang tidak.
Galatia 6 : 9 “Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah.”
Hidup ini adalah pilihan, dan menabur juga adalah pilihan dan keputusan. Hari ini tanah hati semacam apa yang kita miliki ?? dan penaburan apa yang tengah kita kerjakan ??
Saat ini mungkin ada di antara kita yang sedang merasa kelelahan dalam mengerjakan semua itu, dan muungkin saat kita menabur kebaikan tidak selalu mendapat respon balik, tetapi percayalah dan pastikan bahwa kita akan menuainya nanti jika kita tidak menjadi lemah.Amin


“Bersiaplah menggarap lahan milik Tuhan, dengan menaburkan benih firman Tuhan kepada orang-orang yang belum mengenal-Nya”

Saturday, November 15, 2014

Kehidupan yang luar biasa


Amsal 30 : 18 – 19
Oleh : Pdt.Arny Masrutti

“18. Ada tiga hal yang mengherankan aku, bahkan, ada empat hal yang tidak kumengerti: 19. jalan rajawali di udara, jalan ular di atas cadas, jalan kapal di tengah-tengah laut, dan jalan seorang laki-laki dengan seorang gadis.”
Semua orang tahu dan mengenal apa yang di catat dalam alkitab. Ada tiga hal, bahkan 4 hal yang membuat terheran-heran setelah tahu arti rohaninya.
1.       Jalan rajawali di udara (Yesaya 40 : 31) “tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.”
Rajawali adalah burung yang paling istimewa di antara burung yang lain, dia memiliki kemampuan bisa terbang menembus badai/angin yang besar di udara.
Bukankah kita sebagai ana-anak Tuhan kadang putus asa ketika badai hidup seolah menutupi pandangan iman kita? Dan serasa kita tidak dapat menembusnya.
2.       Jalan ular di atas cadas (Yakobus 1 : 12) “Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia.”
Di atas cadas adalah gambaran tempat yang tidak rata, kehidupan kekristenan tidak selalu melewati jalan yang lurus yang tanpa hambatan, namun walau demikian  kekristenan harus tetap bermuara di yakobus 1 : 12 “tetap bertahan dalam pencobaan”.
3.       Jalan kapal di tengah laut (Yakobus 3 : 4) “Dan lihat saja kapal-kapal, walaupun amat besar dan digerakkan oleh angin keras, namun dapat dikendalikan oleh kemudi yang amat kecil menurut kehendak jurumudi.”
Zaman dahulu kapal mereka hanya mengandalkan angin/memandang ke atas. Perjalanan kekristenan kita juga bagaikan sudah berada di tengah laut yang penuh dengan tantangan, itu sebabnya kita harus memiliki keteguhan hati, dan terus berserah pada sang juru mudi kita Yesus Kristus, yang akan membawa kita sampai kepada tujuan yang pasti.
4.       Jalan laki-laki dengan seorang  gadis (Yeremia 17 : 26-27) “26. Orang akan datang dari kota-kota Yehuda dan dari tempat-tempat sekitar Yerusalem, dari tanah Benyamin dan dari Daerah Bukit, dari pegunungan dan dari tanah Negeb, dengan membawa korban bakaran, korban sembelihan, korban sajian dan kemenyan, membawa korban syukur ke dalam rumah TUHAN.27. Tetapi apabila kamu tidak mendengarkan perintah-Ku untuk menguduskan hari Sabat dan untuk tidak masuk mengangkut barang-barang melalui pintu-pintu gerbang Yerusalem pada hari Sabat, maka di pintu-pintu gerbangnya Aku akan menyalakan api, yang akan memakan habis puri-puri Yerusalem, dan yang tidak akan terpadamkan."”
Hal di atas tidak hanya meliputi hubungan antara laki-laki dan perempuan, tetapi juga menggambarkan kehidupan seseorang yang memiliki hati yang penuh pengorbanan.
Yehuda sangat menghormati hari sabat, Yehuda membawa korban syukur kepada Tuhan. Kita sebagai orang kristen jangan pernah menganggap kecil apa yang akan kita bawa kepada Tuhan, karena apa yang di anggap kecil dan tidak berarti di mata manusia dihargai Tuhan. Dan apabila kita tetap cinta Tuhan, hormati hari sabat dengan baik, bawa korban syukur kepadaNya, pastikan kita akan memperoleh kehidupan yang luar biasa.Amin



“Di tengah kehidupan yang penuh dengan tantangan, nama Tuhan adalah benteng dan perlindungan yang aman.”

Berjalan dalam terang

1 Yohanes 1 : 5-10
Oleh : Pdt.Arny Masrutti

“5. Dan inilah berita, yang telah kami dengar dari Dia, dan yang kami sampaikan kepada kamu: Allah adalah terang dan di dalam Dia sama sekali tidak ada kegelapan.
6. Jika kita katakan, bahwa kita beroleh persekutuan dengan Dia, namun kita hidup di dalam kegelapan, kita berdusta dan kita tidak melakukan kebenaran.
7. Tetapi jika kita hidup di dalam terang sama seperti Dia ada di dalam terang, maka kita beroleh persekutuan seorang dengan yang lain, dan darah Yesus, Anak-Nya itu, menyucikan kita dari pada segala dosa.
8. Jika kita berkata, bahwa kita tidak berdosa, maka kita menipu diri kita sendiri dan kebenaran tidak ada di dalam kita.
9. Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.
10. Jika kita berkata, bahwa kita tidak ada berbuat dosa, maka kita membuat Dia menjadi pendusta dan firman-Nya tidak ada di dalam kita.”

Mengapa kita harus hidup dalam terang?? Karena  Tuhan adalah terang yang sesungguhnya. Kita dipanggil bukan untuk hal-hal yang sia-sia, melainkan untuk hal-hal yang berguna bagi Tuhan.
(ayat 5) : Ketika kita hidup dalam pemuridan Tuhan, selalu ada oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab yang siap menghadang di depan kita untuk mengganggu.

Roma 13 : 12 “Hari sudah jauh malam, telah hampir siang. Sebab itu marilah kita menanggalkan perbuatan-perbuatan kegelapan dan mengenakan perlengkapan senjata terang!”
“hari sudah jauh malam” artinya waktu ini sudah semakin singkat. Paulus percaya akan datangnya hari Tuhan yang dekat untuk memindahkan gerejaNya ke sorga. Itu sebabnya anak-anak Tuhan harus siap secara rohani dan harus menanggalkan perbuatan-perbuatan kegelapan.

(ayat 6) : Kita ikut Tuhan dituntut untuk menjadi terang, bukan menjadi pendusta yang tidak melakukan kebenaran.
Yudas 1 : 19 “Mereka adalah pemecah belah yang dikuasai hanya oleh keinginan-keinginan dunia ini dan yang hidup tanpa Roh Kudus.”
Tuhan mau kita menjadi orang yang dapat memotivasi orang lain, bukan pemecah belah.

(ayat 7) : Kalau kita hidup dalam terang, maka kita akan mempunyai persekutuan dengan Allah dan mengalami kasih karunia dan hidup kudus di hadapanNya.
1 Korintus 1 : 30 “Tetapi oleh Dia kamu berada dalam Kristus Yesus, yang oleh Allah telah menjadi hikmat bagi kita. Ia membenarkan dan menguduskan dan menebus kita.”
(ayat 8) : Kita orang percaya harus sadar bahwa tabiat dosa itu selalu mengancam kita, maka kita harus senantiasa mematikan perbuatan dosa melalui roh kudus yang tinggal di dalam kita.
(ayat 9) : Kejahatan bukan di ukur dari kelakuan tangan kita, tetapi kita juga harus mengakui dosa kita dan memohon pengampunan dan penyucian dari Allah.

Maleakhi 3 : 16 “Beginilah berbicara satu sama lain orang-orang yang takut akan TUHAN: "TUHAN memperhatikan dan mendengarnya; sebuah kitab peringatan ditulis di hadapan-Nya bagi orang-orang yang takut akan TUHAN dan bagi orang-orang yang menghormati nama-Nya."”
(ayat 10) : Kita harus mengakui keadaan kita, otoritas tidak hanya di gereja, tetapi selalu ada dalam hidup kita. Dalam pengiringan kita kepada Tuhan dan dalam segala aspek kehidupan.
Hari ini kegelapan apa yang sedang meliputi hidup kita, jangan biarkan kegelapan membutakan mata hati kita, tetap datanglah pada sumber terang yang sesungguhnya. Maka kita akan selalu berjalan dalam terang Tuhan.Amin


“Orang yang mengetahui dirinya telah berdusta, dia tidak akan percaya kepada orang yang jujur.”

NATAL GPDI SORENGAN 2014