Saturday, August 8, 2015
Saturday, July 25, 2015
Pelantikan Panitia Natal 2015
Tema Natal GPdI Sorengan Tahun 2015 :
"TUHAN PENJUNAN, AKU TANAH LIAT"
Yeremia 18 : 6
Susunan Kepanitiaan :
v Ketua : Bpk.Aditya
v Sekretaris : Sdri.Ana
v Bendahara : Sdr.Yulius
v Seksi-seksi :
ü
Keresmian :
Sdr.Stefanus
ü
Publikasi-Dekorasi-Dokumentasi : Bpk.Wahyu
ü
Musik :
Sdr.Elya
ü
Perlengkapan : Bpk.Rusdi
ü
Usher :
Bpk.Bambang
ü
Konsumsi : Ibu Puji
ü
Kolektan :
Sdr.Arif & Sdr.Andre
ü
Keamanan :
Bpk.Timotius
Telah dilantik dan didoakan oleh : Ibu
Gembala Arny Masrutti & Bpk.Pdt.Paulus Yatno pada minggu 19.Juli.2015.
Kehidupan Orang Percaya Harus Lebih Baik Dari Orang Lain
Matius
5 : 20
Pdt. Paulus
Yatno
“20. Maka
Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup
keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan
masuk ke dalam Kerajaan Sorga.”
Dalam
bacaan firman allah saat ini kita tahu dengan jelas bahwa kebenaran orang-orang
farisi dan para ahli taurat hanya bersifat lahiriah. Mereka menaati banyak
peraturan, berdoa, memuji Tuhan, berpuasa, dan baca firman Allah. Tapi kebenaran yang dikehendaki Allah dari
orang percaya lebih dari itu, hati dan roh seseorang harus selaras dengan
kehendak Tuhan.
Dalam hal
apa orang percaya harus beda dengan orang lain?
1. Marah
(ayat 21-22)
“21.
Kamu telah mendengar yang difirmankan kepada nenek moyang kita: Jangan
membunuh; siapa yang membunuh harus dihukum.22. Tetapi Aku berkata kepadamu:
Setiap orang yang marah terhadap saudaranya harus dihukum; siapa yang berkata
kepada saudaranya: Kafir! harus dihadapkan ke Mahkamah Agama dan siapa yang
berkata: Jahil! harus diserahkan ke dalam neraka yang menyala-nyala.”
Tidak
dapat dipungkiri bahwa kecenderungan manusia saat marah pertama adalah
berkata-kata buruk terhadap orang lain. Yesus tidak pernah berbicara mengenai
kemarahan yang selayaknya terhadap orang yang fasik dan tidak adil, tapi yang
disalahkannya adalah kemarahan yang mendendam dan mengutuk orang lain.
2. Melukai
Orang Lain(ayat 23-24)
“23.
Sebab itu, jika engkau mempersembahkan persembahanmu di atas mezbah dan engkau
teringat akan sesuatu yang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau,24.
tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu
dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu.”
Kadang
kita tidak sadar bahwa kita sedang berkata-kata dan melukai orang lain yang ada
di sekitar kita. Jika kita melukai orang lain kita harus secepatnya memulihkan
hubungan dengan orang yang kita sakiti itu. Jangan sampai menyimpan akar pahit.
3. Menjaga
Kesucian(ayat 28-30)
‘’ 28. Tetapi Aku berkata kepadamu:
Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah
dengan dia di dalam hatinya. 29. Maka jika matamu yang kanan menyesatkan
engkau, cungkillah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari
anggota tubuhmu binasa, dari pada tubuhmu dengan utuh dicampakkan ke dalam
neraka. 30. Dan jika tanganmu yang kanan menyesatkan engkau, penggallah dan
buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa
dari pada tubuhmu dengan utuh masuk neraka.”
Dewasa
ini banyak yang percaya di satu sisi mereka berbakti di gereja dan melakukan
banyak hal yang berbau rohani. Tapi melakukan perzinahan bukan hanya secara
jasmani, tapi misalnya dating kepada dukun, atau ketempat-tempat keramat untuk
minta pertolongan.
4. Berkomitmen(ayat
33-37)
“33.
Kamu telah mendengar pula yang difirmankan kepada nenek moyang kita: Jangan
bersumpah palsu, melainkan peganglah sumpahmu di depan Tuhan. 34. Tetapi Aku
berkata kepadamu: Janganlah sekali-kali bersumpah, baik demi langit, karena
langit adalah takhta Allah, 35. maupun demi bumi, karena bumi adalah tumpuan
kaki-Nya, ataupun demi Yerusalem, karena Yerusalem adalah kota Raja Besar; 36.
janganlah juga engkau bersumpah demi kepalamu, karena engkau tidak berkuasa
memutihkan atau menghitamkan sehelai rambutpun. 37. Jika ya, hendaklah kamu
katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari
pada itu berasal dari si jahat.”
Itu
merupakan janji atau sumpah, jadi kata hati harus sama dengan mulut, jika
berbeda berarti kita berada dalam kuasa si jahat.
5. Melawan
Yang jahat( ayat 39-41)
“39.
Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat
kepadamu, melainkan siapapun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya
pipi kirimu. 40. Dan kepada orang yang hendak mengadukan engkau karena
mengingini bajumu, serahkanlah juga jubahmu. 41. Dan siapapun yang memaksa
engkau berjalan sejauh satu mil, berjalanlah bersama dia sejauh dua mil.”
Hal
penting yang Tuhan ingin kita lakukan yaitu menggunakan kebaikan utuk membalas
orang lain. (Roma 12 : 19-20).
“19.
Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah kamu sendiri menuntut pembalasan,
tetapi berilah tempat kepada murka Allah, sebab ada tertulis: Pembalasan itu
adalah hak-Ku. Akulah yang akan menuntut pembalasan, firman Tuhan. 20. Tetapi,
jika seterumu lapar, berilah dia makan; jika ia haus, berilah dia minum! Dengan
berbuat demikian kamu menumpukkan bara api di atas kepalanya.”
Bukan
manusia yang berhak membalas, tetapi Tuhan yang mempunyai hak untuk membalas
kejahatan manusia.
6. Mengampuni
(ayat 43-44)
“43.
Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu.
44. Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka
yang menganiaya kamu.”
Yesus
tidak menentang pelaksanaan keadilan yang semestinya atas mereka yang melakukan
kejahatan, tapi yang dia maaksudkan adalah kita dituntut harus bisa mengasihi
musuh. Apabila kita diperlakukan secara tidak adil kita jangan membencinya,
tapi harus menunjukkan reaksi yang memperlihatkan bahwa kita memiliki bahwa
kita memiliki pendirian yang bermuara pada Kristus dan kerajaanNya.
Mengampuni
memmang hal yang sulit dan berat dilakukan. Tetapi itu merupakan syarat yang
mutlak bagi orang percaya. Sikap semacam itulah yang akan menyebabkan banyak
orang menerima Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamat.Amin.
Lewat setiap pengalaman perjumpaan
kita dengan orang lain, Tuhan menempa iman kita untuk menjadi sekuat baja.
Upah Dari Sebuah Pengampunan
Lukas 23 : 33-34
Pdt. Matias witono
“33. Ketika mereka sampai di tempat yang bernama Tengkorak, mereka
menyalibkan Yesus di situ dan juga kedua orang penjahat itu, yang seorang di
sebelah kanan-Nya dan yang lain di sebelah kiri-Nya.34. Yesus berkata: "Ya
Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat."
Dan mereka membuang undi untuk membagi pakaian-Nya.”
Dari perkataan
Yesus di kayu salib ini, apakah kita benar-benar percaya kalau kita sudah
mendapat pengampunan dari Tuhan.? Peristiwa penyaliban Yesus adalah suatu
kondisi yang sangat menyakitkan yang tidak gampang diterima oleh semua orang.
Di tengah rasa sakit Ysus tidak pernah mengeluarkan kata-kata buruk, tapi
justru perkataan yang memberkati, padahal sebenarnya manusia harus dihukum atas
pelanggaran dan dosa-dosanya.
Roma 3 : 23 “Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah
kehilangan kemuliaan Allah,”
Tetapi Tuhan
mencintai manusia sehingga oleh kasih karuniaNya, manusia dibenarkan dengan
cuma-cuma karna penebusanNya.
Roma 6 : 23 “Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah
ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.”
Ysus bukan
pribadi yang suka menyimpan kepahitan, walau kita sudah berbuat dosa, tetapi kasih
karunia dan pengampunanNya telah memungkinkan kita sampai hari ini, kitapun
akan belajar mengampuni seperti Dia.
Effesus 4:29-31 “29. Janganlah ada perkataan kotor keluar dari
mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu,
supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia.30. Dan janganlah kamu
mendukakan Roh Kudus Allah, yang telah memeteraikan kamu menjelang hari
penyelamatan.31. Segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan fitnah
hendaklah dibuang dari antara kamu, demikian pula segala kejahatan.”
Orang yang sulit
melepaskan pengampunan adalah orang yang sedang mengalami kepahitan yang
berkepanjangan, dan orang yang tidak mau mengampuni sama dengan sedang
menggendong orang yang menyakiti kita, akhirnya kita selalu merasa berbeban
berat dan sakit-sakitan.
Ibrani 12 : 15 “Jagalah supaya jangan ada seorangpun menjauhkan
diri dari kasih karunia Allah, agar jangan tumbuh akar yang pahit yang
menimbulkan kerusuhan dan yang mencemarkan banyak orang.”
Akar yang pahit
ini menunjuk kepada jiwa dan sikap yang ditandai oleh kebencian dan kemarahan
yang mendalam. Setiap perkataan yang keluar dari mulut seorang ada yang bisa
memberkati ataupun melemahkan orang.
Hari ini Tuhan
ingin kita menjadi pribadi seperti merpati yang tidak menyimpan empedu yang
pahit dan menyakiti orang lain. Melainkan mempunyai sikap tulus dan setia yang
mau mengampuni sesame, karena saat kalimat pengampunan diucapkan, maka saat itu
pula berkat dan pertolongan Tuhan sedang terjadi dalam hidup kita, karena itu
merupakan upah dari sebuah pengampunan yang tengah kita kerjakan. Amin.
“Di
satu sisi, musuh itu menjengkelkan, tapi di sisi lain dia bisa membuat kita
peka tehadap jalan Tuhan.”
Jadilah KehendakMu
Yohanes 5:1-9
“1. Sesudah itu ada hari raya orang Yahudi, dan Yesus berangkat ke
Yerusalem.2. Di Yerusalem dekat Pintu Gerbang Domba ada sebuah kolam, yang
dalam bahasa Ibrani disebut Betesda; ada lima serambinya 3. dan di serambi-serambi
itu berbaring sejumlah besar orang sakit: orang-orang buta, orang-orang timpang
dan orang-orang lumpuh, yang menantikan goncangan air kolam itu. 4. Sebab
sewaktu-waktu turun malaikat Tuhan ke kolam itu dan menggoncangkan air itu;
barangsiapa yang terdahulu masuk ke dalamnya sesudah goncangan air itu, menjadi
sembuh, apapun juga penyakitnya. 5. Di situ ada seorang yang sudah tiga puluh
delapan tahun lamanya sakit. 6. Ketika Yesus melihat orang itu berbaring di
situ dan karena Ia tahu, bahwa ia telah lama dalam keadaan itu, berkatalah Ia
kepadanya: "Maukah engkau sembuh?" 7. Jawab orang sakit itu
kepada-Nya: "Tuhan, tidak ada orang yang menurunkan aku ke dalam kolam itu
apabila airnya mulai goncang, dan sementara aku menuju ke kolam itu, orang lain
sudah turun mendahului aku." 8. Kata Yesus kepadanya: "Bangunlah,
angkatlah tilammu dan berjalanlah." 9. Dan pada saat itu juga sembuhlah
orang itu lalu ia mengangkat tilamnya dan berjalan. Tetapi hari itu hari
Sabat.”
Setelah
menderita 38 tahun orang ini mengalami kekecewaan yang berkepanjangan karena
tidak pernah sembuh. Sambil tetap mengharapkan pertolongan dari Allah. Namun
akhirnya kesembuhan datang juga.
Kita juga jangan
sekali-sekali putus harap, tapi percaya bahwa waktu Allah untuk mengulurkan tangan
kepada kita juga akan datang segera. Kita tidak perlu menyalahkan orang lain, dan diri
sendiri, tapi kita akan mengubah pola pikir kita agar dapat berkata, ”Jadilah
kehendakMu.”
1.
Akui otoritas dan kemahakuasaan
Tuhan.
1 Samuel 2:3
“Janganlah kamu selalu berkata sombong, janganlah caci maki keluar dari
mulutmu. Karena TUHAN itu Allah yang mahatahu, dan oleh Dia perbuatan-perbuatan
diuji.”
Kalau kita mengakui kemahakuasaan dan kemahatahuan Tuhan, dimanapun
kita berada, maka akan melakukan seperti apa yang Tuhan mau.
2.
Berhenti menyalahkan orang
lain.
Amsal 16:9 “Hati
manusia memikir-mikirkan jalannya, tetapi TUHANlah yang menentukan arah
langkahnya.”
Kita tahu Tuhan tidak pernah menyalahkan siapapun, tapi wanita yang
di catat dalam Injil Yohanes ketika Tuhan tanya, jawabanya justru mulai
menyalahkan orang lain.
3.
Lakukan firman/ perintah Tuhan.
Ulangan 30:9-10 ”
9. TUHAN, Allahmu, akan melimpahi
engkau dengan kebaikan dalam segala pekerjaanmu, dalam buah kandunganmu, dalam
hasil ternakmu dan dalam hasil bumimu, sebab TUHAN, Allahmu, akan bergirang
kembali karena engkau dalam keberuntunganmu, seperti Ia bergirang karena nenek
moyangmu dahulu-- 10. apabila engkau mendengarkan suara TUHAN, Allahmu, dengan
berpegang pada perintah dan ketetapan-Nya, yang tertulis dalam kitab Taurat ini
dan apabila engkau berbalik kepada TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan
dengan segenap jiwamu."”
Untuk menjadi pelaku firman sebenarnya bukan hak yang sulit, tapi
kebiasaan-kebiasaan buruk yang ada dalam hidup kita, menbuat kita menganggap
remeh terhadap firman Tuhan.
4.
Alami Mujizat. Mujizat, kuasa,
dan segala otoritas yang kita di dalam Yesus, sesungguhnya masih ada sampai
hari ini. Dan sebenarnya bukan hal yang sulit untuk kita raih, tapi kadang kita
memaksa tuhan dan berdoa yang tidak sesuai dengan kehendak tuhan, sehingga
merasa mujizat itu jauh dan terlambat dating kepada kita.
Mulailah belajar
taat terhadap otoritas/perintah Tuhan, dan berhenti menyalahkan orang lain.
Sehingga dapat berkata kepada Tuhan,”Jadilah kehendakMu.”Amin
“Kita
hanya perlu bersabar untuk menantikan penggenapan rencanaNya dalam hidup kita.”
Karya Roh Kudus dalam Hidup Orang Percaya
2 Timotius 1 : 7
Oleh : Bpk.Pdt.Paulus
Yatno
“Sebab Allah memberikan kepada
kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan
ketertiban.”
Kalau kita perhatikan firman
Allah diatas menyatakan bahwa karunia dan kuasa yang dicurahkan atas kita oleh
roh kudus tidak dengan otomatis. Tetapi karunia dan kuasa roh kudus tersebut
harus dinyalakan oleh kasih karunia melalui doa, iman, ketaatan, dan ketekunan
kita.
Karya roh kudus dalam hidup orang
percaya yaitu MK3 :
1.
Membangkitkan
kekuatan
2.
Membangkitkan
kasih
3.
Membangkitkan
Ketertiban
Kata “membangkitkan” sama dengan
“menambahkan” dari yang sudah ada kemudian ditambahkan/ditingkatkan lagi.
1.
Membangkitkan/menambahkan
kekuatan
2 Timotius 1 : 6 “Karena itulah
kuperingatkan engkau untuk mengobarkan karunia Allah yang ada padamu oleh
penumpangan tanganku atasmu.”
Timotius pernah mengalami
ketakutan saat mengalami aniaya dalam pelayanan, tetapi Paulus selalu memberi
motivasi agar karunia yang diberikan kepada Timotius diumpamakan seperti api
yang harus selalu dikobarkan olehnya, dan itu mungkin merupakan karunia khusus
untuk menjalankan pelayanan.
Yohanes 20 : 19 “Ketika hari
sudah malam pada hari pertama minggu itu berkumpullah murid-murid Yesus di suatu
tempat dengan pintu-pintu yang terkunci karena mereka takut kepada orang-orang
Yahudi. Pada waktu itu datanglah Yesus dan berdiri di tengah-tengah mereka dan
berkata: "Damai sejahtera bagi kamu!"”
Jadi karya roh kudus itu akan
menambahkan kekuatan dll.
Kisah Para Rasul 4 : 13 “Ketika
sidang itu melihat keberanian Petrus dan Yohanes dan mengetahui, bahwa keduanya
orang biasa yang tidak terpelajar, heranlah mereka; dan mereka mengenal
keduanya sebagai pengikut Yesus.”
Di mata orang Petrus dan Yohanes
adalah orang/pribadi yang biasa, sangat sederhana, dan tidak terpelajar, tetapi
karena roh kudus berkarya dalam hidup mereka, maka mereka menjadi kesaksian
yang tak terbantahkan. Mereka menjadi terkenal karena keberanian mereka.
Kisah Para Rasul 4 : 29 “Dan sekarang,
ya Tuhan, lihatlah bagaimana mereka mengancam kami dan berikanlah kepada
hamba-hamba-Mu keberanian untuk memberitakan firman-Mu.”
Para murid Yesus pun memerlukan
keberanian baru untuk bersaksi dan berbicara tentang Kristus. Sepanjang
kehidupan kekristenan kita, kita juga perlu berdoa supaya dapat mengatasi ketakutan, penolakan, ancaman dan
penganiayaan. Roh kudus akan membantu kita untuk bersaksi dan berbicara tentang
Yesus dengan berani.
2.
Membangkitkan
Kasih / Pengampunan
Kasih adalah karakter pengampunan.
Jikalau roh kudus ada dalam hidup seseorang pengampunan itu mudah dilepaskan.
3.
Membangkitkan
Ketertiban.
Menambahkan kepada seseorang
untuk mengkuti aturan-aturan/tata tertib dalam kehidupan.
Kisah Para Rasul 4 : 32 – 37 : “32.
Adapun kumpulan orang yang telah percaya itu, mereka sehati dan sejiwa, dan
tidak seorangpun yang berkata, bahwa sesuatu dari kepunyaannya adalah miliknya
sendiri, tetapi segala sesuatu adalah kepunyaan mereka bersama. 33. Dan dengan
kuasa yang besar rasul-rasul memberi kesaksian tentang kebangkitan Tuhan Yesus
dan mereka semua hidup dalam kasih karunia yang melimpah-limpah. 34. Sebab
tidak ada seorangpun yang berkekurangan di antara mereka; karena semua orang
yang mempunyai tanah atau rumah, menjual kepunyaannya itu, dan hasil penjualan
itu mereka bawa 35. dan mereka letakkan di depan kaki rasul-rasul; lalu
dibagi-bagikan kepada setiap orang sesuai dengan keperluannya. 36. Demikian
pula dengan Yusuf, yang oleh rasul-rasul disebut Barnabas, artinya anak
penghiburan, seorang Lewi dari Siprus. 37. Ia menjual ladang, miliknya, lalu
membawa uangnya itu dan meletakkannya di depan kaki rasul-rasul.”
Kisah Para Rasul 2 : 41 – 42 : “41. Orang-orang yang menerima perkataannya itu memberi diri dibaptis
dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa. 42. Mereka
bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu
berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa.”
Kisah Para Rasul 5 : 1 – 4 :
“1. Ada seorang lain yang bernama Ananias. Ia beserta isterinya Safira menjual
sebidang tanah. 2. Dengan setahu isterinya ia menahan sebagian dari hasil
penjualan itu dan sebagian lain dibawa dan diletakkannya di depan kaki
rasul-rasul. 3. Tetapi Petrus berkata: "Ananias, mengapa hatimu dikuasai
Iblis, sehingga engkau mendustai Roh Kudus dan menahan sebagian dari hasil
penjualan tanah itu? 4. Selama tanah itu tidak dijual, bukankah itu tetap
kepunyaanmu, dan setelah dijual, bukankah hasilnya itu tetap dalam kuasamu?
Mengapa engkau merencanakan perbuatan itu dalam hatimu? Engkau bukan mendustai
manusia, tetapi mendustai Allah." 5. Ketika mendengar perkataan itu
rebahlah Ananias dan putuslah nyawanya. Maka sangatlah ketakutan semua orang
yang mendengar hal itu.”
Kedua Rasul di Kisah Para Rasul
menceritakan tentang tata tertib kehidupan orang-orang pada jaman Rasul yang
selalu tertib mengikuti aturan-aturan Tuhan. Tetapi ada
satu keluarga yang tidak tertib yaitu kelurga Ananias dan Safira. Keluarga itu
hanya memberikan sebagian dari hasil mereka karena cinta mereka akan uang dan
pujian dari orang lain. Hal itu yang membuat mereka menentang roh kudus.
Alkitab menyatakan orang-orang yang tidak tertib berarti hatinya dikuasai oleh
iblis.
Kalau kita perhatikan firman
Allah, berdusta pada roh kudus itu sama dengan berdusta kepada Allah.
Berhati-hatilah dengan hati kita, karena orang yang sedang berdusta pada roh
kudus tidak mungkin dapat mencintai dan melayani Allah.Amin.
Yesus Menjanjikan penghibur yaitu Roh Kudus
Yohanes 14 : 16 – 26
Oleh : Ibu Pdt.Arny Masrutti
Minggu, 17 Mei 2015
“16. Aku akan minta kepada Bapa,
dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai
kamu selama-lamanya, 17. yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia,
sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia,
sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu. 18. Aku tidak akan
meninggalkan kamu sebagai yatim piatu. Aku datang kembali kepadamu. 19. Tinggal
sesaat lagi dan dunia tidak akan melihat Aku lagi, tetapi kamu melihat Aku,
sebab Aku hidup dan kamu pun akan hidup. 20. Pada waktu itulah kamu akan tahu,
bahwa Aku di dalam Bapa-Ku dan kamu di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. 21.
Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku.
Dan barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku dan Akupun akan
mengasihi dia dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya." 22. Yudas, yang
bukan Iskariot, berkata kepada-Nya: "Tuhan, apakah sebabnya maka Engkau
hendak menyatakan diri-Mu kepada kami, dan bukan kepada dunia?" 23. Jawab
Yesus: "Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku dan Bapa-Ku
akan mengasihi dia dan Kami akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan
dia. 24. Barangsiapa tidak mengasihi Aku, ia tidak menuruti firman-Ku; dan
firman yang kamu dengar itu bukanlah dari pada-Ku, melainkan dari Bapa yang
mengutus Aku. 25. Semuanya itu Kukatakan kepadamu, selagi Aku berada
bersama-sama dengan kamu; 26. tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan
diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu
kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.”
Ketidakhadiran kita di gereja
yang disebabkan oleh faktor-faktor fisik akan menjadi tidak berarti, tetapi
jika ada roh kudus yang bertahta dalam hidup kita maka kita akan menjadi peka
terhadap suara Tuhan.
Yesus menyebut roh kudus sebagai
“penolong”, kata ini adalah terjemahan dari bahasa Yunani “parakletos” yang
berarti seseorang yang di panggil untuk mendampingi agar menolong. Kata
penolong juga kaya artinya : penasehat, penguat, penghibur, pembela, juru
selamat, sekutu, dan sahabat.
Yehezkiel 36 : 27 “Roh-Ku akan
Kuberikan diam di dalam batinmu dan Aku akan membuat kamu hidup menurut segala
ketetapan-Ku dan tetap berpegang pada peraturan-peraturan-Ku dan melakukannya.”
Jika roh kudus tidak lagi berdiam
dalam kita, tidak mungkin seseorang menjalankan hidup dengan benar dan
mengikuti jalan-jalan Allah. Maka dari itu sangat penting bagi kita untuk
tetap terbuka kepada suara dan bimbingan
roh kudus.
1 Korintus 3 : 6 “Tidak tahukah
kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu?”
Pertanyaan yang harus dijawab dan
harus tahu bahwa roh kudus tidak akan pernah duduk di tempat buatan manusia,
tetapi duduk di hati manusia. Bahkan yang ditekankan disini adalah seluruh
jemaat/orang percaya sebagai bait Allah dan tempat kediaman roh kudus.
2 Korintus 3 : 6 “Ialah membuat
kami juga sanggup menjadi pelayan-pelayan dari suatu perjanjian baru, yang
tidak terdiri dari hukum yang tertulis, tetapi dari Roh, sebab hukum yang
tertulis mematikan, tetapi Roh menghidupkan.”
Sebenarnya bukanlah hukum/firman
Allah yang tertulis itu sendiri yang membinasakan, melainkan tuntutan hukum
tanpa hidup dan kuasa roh kudus itulah yang membawa kematian.
Kalau roh kudus berkarya dalam
hidup kita maka tidak ada yang sukar dan tidak ada alasan untuk tidak dapat
melakukan apa-apa. Setiap pribadi layak dipersiapkan untuk menjadi pelayan
Tuhan dan syarat yang pentung mutlak dan paling dibutuhkan seseorang dalam
melayani adalah “roh kudus”.Amin
Subscribe to:
Posts (Atom)













