Friday, July 4, 2014
Thursday, July 3, 2014
Yesus sanggup melakukan hal-hal yang luar biasa
Yohanes 5 : 1-9
Oleh : Pdt.Victoria Arny Masrutti
Minggu, 29 Juni 2014
2. Di Yerusalem dekat Pintu Gerbang Domba ada sebuah kolam, yang dalam
bahasa Ibrani disebut Betesda; ada lima serambinya
3. dan di serambi-serambi itu berbaring sejumlah besar orang sakit:
orang-orang buta, orang-orang timpang dan orang-orang lumpuh, yang menantikan
goncangan air kolam itu.
4. Sebab sewaktu-waktu turun malaikat Tuhan ke kolam itu dan
menggoncangkan air itu; barangsiapa yang terdahulu masuk ke dalamnya sesudah
goncangan air itu, menjadi sembuh, apapun juga penyakitnya.
5. Di situ ada seorang yang sudah tiga puluh delapan tahun lamanya
sakit.
6. Ketika Yesus melihat orang itu berbaring di situ dan karena Ia tahu,
bahwa ia telah lama dalam keadaan itu, berkatalah Ia kepadanya: "Maukah
engkau sembuh?"
7. Jawab orang sakit itu kepada-Nya: "Tuhan, tidak ada orang yang
menurunkan aku ke dalam kolam itu apabila airnya mulai goncang, dan sementara
aku menuju ke kolam itu, orang lain sudah turun mendahului aku."
8. Kata Yesus kepadanya: "Bangunlah, angkatlah tilammu dan
berjalanlah."
9. Dan pada saat itu juga sembuhlah orang itu lalu ia mengangkat
tilamnya dan berjalan. Tetapi hari itu hari Sabat.”
Ada rangkaian
peristiwa terjadi di kolam Betesda, dan ada sejumlah orang-orang sakit datang
ketempat itu dengan satu harapan akan mendapatkan kesembuhan. Betesda adalah
rumah belas kasihan, karena tempat itu dipenuhi pleh atmosfer surgawi maka
sanggup merubah kondisi yang buruk menjadi baik. Ada sejumlah orang-orang sakit
buta, timpang, lumpuh mereka mendapat kesembuhan dari Tuhan. Disana ada orang
yang sudah 38 tahun sakit, ayat 6 : “Ketika Yesus melihat orang itu berbaring di
situ dan karena Ia tahu, bahwa ia telah lama dalam keadaan itu, berkatalah Ia
kepadanya: "Maukah engkau sembuh?". Yesus bertanya “maukah engkau sembuh?” dalam
bahasa Indonesia mungkin jawabannya cukup iya/tidak, tetapi justru orang itu
mengutarakan sederet kata-kata yang intinya menyalahkan orang lain.
Kadang disaat
kita menghadapi pergumulan yang berat, kita dalam posisi menunggu, tetapi
kadang terlintas dalam pikiran yang menyalahkan orang lain, dan menyalahkan
Tuhan “dengan nada protes” Lukas 7:13 :”Dan ketika Tuhan melihat janda
itu, tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, lalu Ia berkata kepadanya:
"Jangan menangis!"”
Yesus kembali
tergerak hati oleh belas kasihan terhadap seorang janda yang sedang berduka
atas meninggalnya anak yang sangat dicintainya. Yesus berkata “Jangan menangis”
artinya selain Yesus bisa menyembuhkan, membangkitkan, Yesus juga menghibur.
Ini menunjukan bahwa Yesus punya rasa kasih/peduli terhadap janda itu dan
kepada siapapun, termasuk kita juga.
Lukas 13:12-13 : “12. Ketika Yesus melihat perempuan itu, Ia memanggil
dia dan berkata kepadanya: "Hai ibu, penyakitmu telah sembuh." 13.
Lalu Ia meletakkan tangan-Nya atas perempuan itu, dan seketika itu juga
berdirilah perempuan itu, dan memuliakan Allah.” Pada hari sabat Yesus
juga bertemu seorang perempuan yang sakit, hanya dengan berkata “hai ibu
penyakitmu telah sembuh”,seketika itu juga dia sembuh.
Mazmur
142:5 : “Aku berseru-seru kepada-Mu, ya
TUHAN, kataku: "Engkaulah tempat perlindunganku, bagianku di negeri
orang-orang hidup!"”. Kita tidak perlu malu mengakui segala
keterbatasan kita dihadapan Tuhan, karena Tuhan tetap menjadi tempat
perlindungan/pertolongan bagi kita. Mazmur 116:6 :” TUHAN memelihara
orang-orang sederhana; aku sudah lemah, tetapi diselamatkan-Nya aku” Daud
begitu bangga kepada Tuhan atas perbuatannya, tatkala Daud tertindas,
terbelenggu, atau dalam pergumulan yang berat, bahkan dalam keadaan yang lemah
sekalipun Daud berkata “diselamatkannya aku”
Saat ini
mungkin secara rohani kita sedang sakit, buta, timpang, lumpuh, lemah, atau
kita sedang dalam masalah yang sangat menguras air mata kita, menguras tenaga,
waktu, atau piluran kita, bahkan hanya ada sedikit harapan yang tersisa dalam
hidup kita, jangan takut ada Yesus yang selalu mengerti dan peduli dalam
kehidupan kita.Yesus sanggup melakukan hal-hal yang luar biasa.Amin
“Orang yang selalu khawatir akan hidupnya, sama dengan orang yang tidak
percaya bahwa Tuhan itu ada.”
Saturday, June 28, 2014
Mujizat itu masih ada
Matius 15: 32-39
Oleh : Pdt.Victoria Arny Masrutti
Minggu, 22 Juni 2014
Kebanyakan
orang begitu gampang bicara tentang mujizat, sesungguhnya itu adalah sesuatu
yang terjadi di luar perhitungan dan di luar
kemampuan manusia, dan itu hanya bisa dialami bagi setiap orang-orang
yang percaya, dan yang sanggup meraih sampai mujizat itu menjadi nyata.
Ayat 32 : “Lalu Yesus memanggil
murid-murid-Nya dan berkata: "Hati-Ku tergerak oleh belas kasihan kepada
orang banyak itu. Sudah tiga hari mereka mengikuti Aku dan mereka tidak
mempunyai makanan. Aku tidak mau menyuruh mereka pulang dengan lapar, nanti
mereka pingsan di jalan." Tuhan punya belas kasihan kepada
murid-muridnya. Tuhan tergerak hati untuk memberi makan kepada sekitar 4000
orang agar mereka kenyang. Tetapi mutid-murid Yesus memiliki “iman tanda
tanya?” mereka kurang yakin kalau Yesus sanggup lakukan hal-hal yang tidak bisa
mereka lakukan. Ayat 33 : “33. Kata murid-murid-Nya kepada-Nya: "Bagaimana di
tempat sunyi ini kita mendapat roti untuk mengenyangkan orang banyak yang
begitu besar jumlahnya?"”
Yesus juga punya belas kasihan
kepada kita, apa yang harus kita lakukan agar mujizat itu kita terima.
1.
Pengakuan/mengakui keberadaan yang sesungguhnya (Lukas
11:6 ): ” sebab seorang sahabatku yang sedang berada dalam perjalanan singgah
ke rumahku dan aku tidak mempunyai apa-apa untuk dihidangkan kepadanya;”.
Kita diajar untuk belajar mengakui keterbatasan kita, yaitu dalam keadaan
kosong sekalipun kita tidak perlu malu untuk mengakui kepada Tuhan.
2.
Kita menyerah kepada Tuhan (Mazmur 37:5) : “Serahkanlah
hidupmu kepada TUHAN dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak;”
jangan kita mengatur Tuhan dan memaksa Tuhan untuk memenuhi keinginan kita, dan
syarat yang paling mutlak adalah doa dan penyerahan , maka Allah akan menjawab
seruan hati kita sepanjang keinginan kita sesuai dengan kehendak Tuhan.
3.
Menunggu dengan sabar waktunya Tuhan.(2
Raja-raja 4:3-4) : “3. Lalu berkatalah Elisa: "Pergilah, mintalah
bejana-bejana dari luar, dari pada segala tetanggamu, bejana-bejana kosong,
tetapi jangan terlalu sedikit.4. Kemudian masuklah, tutuplah pintu sesudah
engkau dan anak-anakmu masuk, lalu tuanglah minyak itu ke dalam segala bejana.
Mana yang penuh, angkatlah!"”. Kisah seorang janda yang ditinggal
mati suaminya dan hutangnya banyak. Seraca manusia janda ini sudah tidak ada
dasar untuk berharap, karena tidak memiliki harta yang cukup untuk bisa
melunasi hutang-hutangnya, tetapi Alkitab mencatat bahwa Yesus mengubah keadaan
itu, Yesus hadir lewat pribadi Ellisa, maka perbuatan-perbuatan ajaib terjadi.
Kisah seorang janda dengan kedua orang
anaknya menyatakan bahwa Allah memperdulikan umatnya yang setia yang ada dalam
kesulitan dan memerlukan pertolongan.
(Yesaya 28:21) : “Sebab TUHAN akan bangkit seperti di gunung Perasim,
Ia akan mengamuk seperti di lembah dekat Gibeon, untuk melakukan
perbuatan-Nya--ganjil perbuatan-Nya itu; dan untuk mengerjakan
pekerjaan-Nya--ajaib pekerjaan-Nya itu!”
Allah akan bertindak sedemikian rupa
disaat kita sudah tidak sanggup lagi untuk berjalan. Dia akan menyatakan diri
untuk menolong dan akan menyatakan mujizatnya bagi kita. Semakin cepat kita
mengangkat tangan untuk berserah, semakin cepat Tuhan akan turun tangan untuk
menolong kita.Amin
“Ketika
kita mengarahkan pandangan kita kepada Tuhan yang besar, maka semua masalah
menjadi terlihat kecil.”
Tuesday, June 24, 2014
Masa-masa Buruk
Setiap orang
pasti pernah mengalami masa buruk dalam kehidupannya, tak terkecuali dalam
kehidupan saya pribadi. Pengalaman yang buruk saat masih bersekolah, tepatnya
saat bangku SMA. Bersekolah di SMA di salatiga yang terbilang SMA yang cukup
favorit saat itu, murid-muridnya
dituntut untuk selalu disiplin. Jam masuk sekolah 6.45, membuat saya sering
terlambat dan sering kena hukuman dari guru.
Hal ini membuat
saya tidak bisa konsentrasi dalam belajar, hingga pada akhirnya orangtua saya
dipanggil kepala sekolah, disekolah orangtua saya diberi peringatan jika saya
sampai melanggar aturan sekolah satu kali lagi maka akan dikeluarkan dari
sekolah.Sungguh saya merasa bersalah dan telah mengecewakan orangtua saya, saat
itu juga saya memutuskan untuk dipindahkan ke sekolah yang lebih dekat supaya
saya bisa lebih konsentrasi dalam belajar.
Tetapi
rancangan Tuhan jauh yang ada dipikiran saya, di Ampel saya tidak diterima
karena pada saat itu tengah semester, sungguh saat itu membuat saya sangat
stress dan putus asa. Hingga akhirnya ada salahsatu jemaat yang memberi saran
untuk mendaftar di sekolah yayasan katholik di Boyolali.
Disekolah ini
saya bisa diterima dan belajar dengan teman-teman yang mayoritas adalah anak
panti asuhan kristen. Mereka menjalani hidup sehari-hari dengan apa adanya, banyak yang tidak makan
saat jam istirahat karena tidak punya uang, ada juga teman yang tidak mempunyai
keluarga sama sekali. Saat itu hati saya terketuk melihat kehidupan
mereka. Sungguh saya merasa sangat bersyukur
dibandingkan dengan mereka, masih diberi orantua yang selalu ada untuk saya,
memberikan fasilitas, memberikan uang saku yang cukup, tetapi saya
menyiakan-nyiakan begitu saja bahkan mengecewakan mereka.
Tuhan sungguh
baik melalui sekolah ini saya bisa belajar dengan baik untuk masa depan saya, saya
bisa lulus dengan nilai yang terbaik, bisa melanjutkan kuliah dan setelah lulus
bisa langsung mendapatkan pekerjaan, ini semua adalah kebaikan dan kasih Tuhan
yang begitu besar dalam hidup saya. Kita harus selalu bersyukur atas apa yang diberikan
Tuhan bagi hidup kita, karena Tuhan tidak akan mencobai kita melampaui kekuatan
kita.
“1Korintus 10 13
Tuhan tidak akan akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu, Pada
waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu
dapat menanggungnya.”
Sumber kesaksian : Bapak Wahyu
Tuhan memberi kemenangan setiap hari
Mazmur 44 : 7-9
Oleh : Pdt.Victoria Arni Masrutti
Minggu, 15 Juni 2014
Ayat ini mengisahkan tentang jeritan bangsa yang tertindas karena
mengalami kekalahan dalam peperangan, mereka merasa ditinggalkan oleh Tuhan.
Padahal sebenarnya Tuhan tidak pernah meninggalkan siapapun.
Kalau mau jujur, bukankah kita juga pernah merasakan hal yang sama,
saat Tuhan izinkan segala sesuatu terjadi dan dalam keputusasaan kita seolah
Tuhan meninggalkan kita, tetapi sesungguhnya Tuhan selalu memberi kemenangan
kepada kita.
Ayat 7 : “(44-7) Sebab bukan kepada
panahku aku percaya, dan pedangkupun tidak memberi aku kemenangan,”
Panah/pedangpun tidak
memberi kemenangan manusia kadang merasa memiliki kemampuan, kecerdasan, dan
cara-cara yang dianggap logis untuk dapat mengatasi kondisi sekeliling kita,
tetapi itu semua tidaklah berarti tanpa ada campur tangan Tuhan yang empunya kekuatan/kemenangan.
Ayat 8 :” (44-8) tetapi Engkaulah yang
memberi kami kemenangan terhadap para lawan kami, dan orang-orang yang membenci
kami Kauberi malu”.
Tuhan juga janjikan kemenangan untuk menghadapi lawan-lawan kita
musuhpun dipermalukan.
Ayat 9 : “(44-9) Karena Allah kami
nyanyikan puji-pujian sepanjang hari, dan bagi nama-Mu kami mengucapkan syukur
selama-lamanya.”
Maka kita tetap dimampukan untuk berdiri teguh, dan memuji Tuhan
dengan ucapan syukur kepada Tuhan.
2 Tawarikh
20 : 22 : “Ketika mereka mulai bersorak-sorai dan
menyanyikan nyanyian pujian, dibuat TUHANlah penghadangan terhadap bani Amon
dan Moab, dan orang-orang dari pegunungan Seir, yang hendak menyerang Yehuda,
sehingga mereka terpukul kalah.”
Raja Yosafat berkonsentrasi menunggu janjinya Tuhan , artinya
kekuatan dan kuasa iman ditunjukan dengan cara memuji Allah. Paulus pernah
manasihatkan kepada orang percaya untuk tetap kuat di dalam Tuhan, di dalam
kekuatan kuasanya.
Efesus 6 : 10 : “Akhirnya, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan,
di dalam kekuatan kuasa-Nya.”
Ketika melawan berbagai kekuatan kuasa iblis/dalam peperangan rohani
sekalipun. Tuhan tidak akan pernah meninggalkan kalau kita bergerak
bersama-sama dengan Tuhan. Kita harus percaya dan pastikan bahwa :”bersama
Yesus kita pasti menang”.Amin
“Secerah harapan dalam diri seseorang
sanggup membuat ia tetap bertahan dalam kesukaran”
Monday, June 16, 2014
Kunjungan dari Mahasiswa STT Intheos Surakarta
Jumat, 6 Juni 2014 - Minggu 8 Juni 2014 GPdI Sorengan kedatangan tamu dari Mahasiswa STT Intheos Surakarta, Selama di sorengan mereka menginap dirumah Bpk.Paulus Suratman.Di sorengan mereka melakukan pelayanan doa bagi warga setempat, pelayanan doa rantai,pelayanan kebaktian pemuda & remaja, dan pelayanan anak-anak sekolah minggu.
GPdI Sorengan mengucapkan terima kasih atas kunjungannya, dan semoga pelayanan serta kuliahnya semakin diberkati oleh Tuhan.Amin.

Dibaptis Roh Kudus
Kisah Para Rasul 1 : 1-5
Oleh : Pdt.Paulus Suyatno
Minggu, 8 Juni 2014
1. Hai
Teofilus, dalam bukuku yang pertama aku menulis tentang segala sesuatu yang
dikerjakan dan diajarkan Yesus,
2. sampai
pada hari Ia terangkat. Sebelum itu Ia telah memberi perintah-Nya oleh Roh
Kudus kepada rasul-rasul yang dipilih-Nya.
3. Kepada
mereka Ia menunjukkan diri-Nya setelah penderitaan-Nya selesai, dan dengan
banyak tanda Ia membuktikan, bahwa Ia hidup. Sebab selama empat puluh hari Ia
berulang-ulang menampakkan diri dan berbicara kepada mereka tentang Kerajaan
Allah.
4. Pada
suatu hari ketika Ia makan bersama-sama dengan mereka, Ia melarang mereka
meninggalkan Yerusalem, dan menyuruh mereka tinggal di situ menantikan janji
Bapa, yang--demikian kata-Nya--"telah kamu dengar dari pada-Ku.
5. Sebab
Yohanes membaptis dengan air, tetapi tidak lama lagi kamu akan dibaptis dengan
Roh Kudus."
Di buku yang ditulis Rasul
Paulus yang pertama adalah dalam injil Lukas, yang kedua ditulis di dalam Kisah
Para Rasul untuk theofilus, yaitu memperkenalkan tentang Roh Kudus. Hidup orang
Kristen tanpa Roh Kudus adalah seperti senapan tanpa peluru, bunyi tapi tidak
mengenai sasaran. Bagaimana orang yang sudah dibabtis Roh Kudus ?
1. Orang itu memiliki dynamo, yaitu kuasa, kemampuan, dan kekuatan
Allah.
(Kisah
Para Rasul 1 : 8) : “Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke
atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan
Samaria dan sampai ke ujung bumi.”
(Markus 5
: 25 ) : “Adalah di situ seorang perempuan yang sudah dua belas tahun lamanya
menderita pendarahan.” ada
tenaga/generator Allah yang keluar, tenaga itu akan memulihkan dan
menyembuhkan.
(2
Timotius 1 : 7) : “Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan,
melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban.” ketika
Roh Kudus datang akan membangkitkan kekuatan/memberi semangat yang baru.
2. Orang
yang sudah dibabtis Roh Kudus akan memiliki sumber mata air.
(Yohanes 4
: 13-14) :” 13. Jawab Yesus
kepadanya: "Barangsiapa minum air ini, ia akan haus lagi,
14. tetapi
barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk
selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata
air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang
kekal."”
Orang itu juga akan memiliki
sumber air kehidupan yang menyegarkan, yaitu air yang tidak membuat haus lagi,
tidak lain adalah Roh Kudus. Roh kudus akan tetap terpelihara hanya dengan
kekuatan doa kita.
3. Orang
yang sudah dibabtis Roh Kudus akan memiliki Api Roh Kudus.
(Kisah Rasul 2 : 14) : “Maka penuhlah mereka
dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain,
seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya.” Api
di dunia ini bisa membakar semuanya. Tapi Api Roh Kudus akan membakar segala
kesalahan kita.
(Yesaya 6
: 1-8) : “1. Dalam tahun matinya raja Uzia aku melihat Tuhan duduk di atas
takhta yang tinggi dan menjulang, dan ujung jubah-Nya memenuhi Bait Suci.
2. Para
Serafim berdiri di sebelah atas-Nya, masing-masing mempunyai enam sayap; dua
sayap dipakai untuk menutupi muka mereka, dua sayap dipakai untuk menutupi kaki
mereka dan dua sayap dipakai untuk melayang-layang.
3. Dan
mereka berseru seorang kepada seorang, katanya: "Kudus, kudus, kuduslah
TUHAN semesta alam, seluruh bumi penuh kemuliaan-Nya!"
4. Maka
bergoyanglah alas ambang pintu disebabkan suara orang yang berseru itu dan
rumah itupun penuhlah dengan asap.
5. Lalu
kataku: "Celakalah aku! aku binasa! Sebab aku ini seorang yang najis
bibir, dan aku tinggal di tengah-tengah bangsa yang najis bibir, namun mataku
telah melihat Sang Raja, yakni TUHAN semesta alam."
6. Tetapi
seorang dari pada Serafim itu terbang mendapatkan aku; di tangannya ada bara,
yang diambilnya dengan sepit dari atas mezbah.
7. Ia
menyentuhkannya kepada mulutku serta berkata: "Lihat, ini telah menyentuh
bibirmu, maka kesalahanmu telah dihapus dan dosamu telah diampuni."
8. Lalu
aku mendengar suara Tuhan berkata: "Siapakah yang akan Kuutus, dan
siapakah yang mau pergi untuk Aku?" Maka sahutku: "Ini aku, utuslah
aku!"”
Alkitab mencatat api itu telah
menyentuh bibir, bukankah kebanyakan manusia berdosa karena bibir/muut
kenajisan.Kalau Api Roh Kudus sudah menyentuh bibir kita, maka bentuk kesalahan
kita sudah dihapus dan dosa kita sudah diampuni.
Marilah
kita jangan lagi mengikuti cara-cara dunia yang menyesatkan, tapi ikutilah
cara-cara Tuhan yang selalu berdampak positif, dan selalu menciptakan hal-hal
yang terpuji dan memuliakn Tuhan. Amin
Tuhan memberkati...
Subscribe to:
Posts (Atom)









.jpg)





