IBADAH + PERAYAAN NATAL

28 Desember 2014

IBADAH MALAM NATAL

24 Desember 2014

GPdI SORENGAN AWARD

24 Desember 2014

LOMBA-LOMBA MENYAMBUT NATAL 2014

14-21 Desember 2014

Saturday, July 25, 2015

Yesus Menjanjikan penghibur yaitu Roh Kudus

Yohanes 14 : 16 – 26
Oleh : Ibu Pdt.Arny Masrutti
Minggu, 17 Mei 2015

“16. Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya, 17. yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu. 18. Aku tidak akan meninggalkan kamu sebagai yatim piatu. Aku datang kembali kepadamu. 19. Tinggal sesaat lagi dan dunia tidak akan melihat Aku lagi, tetapi kamu melihat Aku, sebab Aku hidup dan kamu pun akan hidup. 20. Pada waktu itulah kamu akan tahu, bahwa Aku di dalam Bapa-Ku dan kamu di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. 21. Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Dan barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku dan Akupun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya." 22. Yudas, yang bukan Iskariot, berkata kepada-Nya: "Tuhan, apakah sebabnya maka Engkau hendak menyatakan diri-Mu kepada kami, dan bukan kepada dunia?" 23. Jawab Yesus: "Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku dan Bapa-Ku akan mengasihi dia dan Kami akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan dia. 24. Barangsiapa tidak mengasihi Aku, ia tidak menuruti firman-Ku; dan firman yang kamu dengar itu bukanlah dari pada-Ku, melainkan dari Bapa yang mengutus Aku. 25. Semuanya itu Kukatakan kepadamu, selagi Aku berada bersama-sama dengan kamu; 26. tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.”
Ketidakhadiran kita di gereja yang disebabkan oleh faktor-faktor fisik akan menjadi tidak berarti, tetapi jika ada roh kudus yang bertahta dalam hidup kita maka kita akan menjadi peka terhadap suara Tuhan.
Yesus menyebut roh kudus sebagai “penolong”, kata ini adalah terjemahan dari bahasa Yunani “parakletos” yang berarti seseorang yang di panggil untuk mendampingi agar menolong. Kata penolong juga kaya artinya : penasehat, penguat, penghibur, pembela, juru selamat, sekutu, dan sahabat.
Yehezkiel 36 : 27 “Roh-Ku akan Kuberikan diam di dalam batinmu dan Aku akan membuat kamu hidup menurut segala ketetapan-Ku dan tetap berpegang pada peraturan-peraturan-Ku dan melakukannya.”
Jika roh kudus tidak lagi berdiam dalam kita, tidak mungkin seseorang menjalankan hidup dengan benar dan mengikuti jalan-jalan Allah. Maka dari itu sangat penting bagi kita untuk tetap  terbuka kepada suara dan bimbingan roh kudus.
1 Korintus 3 : 6 “Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu?”
Pertanyaan yang harus dijawab dan harus tahu bahwa roh kudus tidak akan pernah duduk di tempat buatan manusia, tetapi duduk di hati manusia. Bahkan yang ditekankan disini adalah seluruh jemaat/orang percaya sebagai bait Allah dan tempat kediaman roh kudus.
2 Korintus 3 : 6 “Ialah membuat kami juga sanggup menjadi pelayan-pelayan dari suatu perjanjian baru, yang tidak terdiri dari hukum yang tertulis, tetapi dari Roh, sebab hukum yang tertulis mematikan, tetapi Roh menghidupkan.”
Sebenarnya bukanlah hukum/firman Allah yang tertulis itu sendiri yang membinasakan, melainkan tuntutan hukum tanpa hidup dan kuasa roh kudus itulah yang membawa kematian.

Kalau roh kudus berkarya dalam hidup kita maka tidak ada yang sukar dan tidak ada alasan untuk tidak dapat melakukan apa-apa. Setiap pribadi layak dipersiapkan untuk menjadi pelayan Tuhan dan syarat yang pentung mutlak dan paling dibutuhkan seseorang dalam melayani adalah “roh kudus”.Amin

Yesus datang dalam perhimpunan orang percaya

Lukas 24 : 13 – 24
Oleh : Ibu Pdt.Arny Masrutti
Minggu, 10 Mei 2015

“13. Pada hari itu juga dua orang dari murid-murid Yesus pergi ke sebuah kampung bernama Emaus, yang terletak kira-kira tujuh mil jauhnya dari Yerusalem,14. dan mereka bercakap-cakap tentang segala sesuatu yang telah terjadi.15. Ketika mereka sedang bercakap-cakap dan bertukar pikiran, datanglah Yesus sendiri mendekati mereka, lalu berjalan bersama-sama dengan mereka.16. Tetapi ada sesuatu yang menghalangi mata mereka, sehingga mereka tidak dapat mengenal Dia.17. Yesus berkata kepada mereka: "Apakah yang kamu percakapkan sementara kamu berjalan?" Maka berhentilah mereka dengan muka muram.18. Seorang dari mereka, namanya Kleopas, menjawab-Nya: "Adakah Engkau satu-satunya orang asing di Yerusalem, yang tidak tahu apa yang terjadi di situ pada hari-hari belakangan ini?"19. Kata-Nya kepada mereka: "Apakah itu?" Jawab mereka: "Apa yang terjadi dengan Yesus orang Nazaret. Dia adalah seorang nabi, yang berkuasa dalam pekerjaan dan perkataan di hadapan Allah dan di depan seluruh bangsa kami.20. Tetapi imam-imam kepala dan pemimpin-pemimpin kami telah menyerahkan Dia untuk dihukum mati dan mereka telah menyalibkan-Nya.21. Padahal kami dahulu mengharapkan, bahwa Dialah yang datang untuk membebaskan bangsa Israel. Tetapi sementara itu telah lewat tiga hari, sejak semuanya itu terjadi.22. Tetapi beberapa perempuan dari kalangan kami telah mengejutkan kami: Pagi-pagi buta mereka telah pergi ke kubur,23. dan tidak menemukan mayat-Nya. Lalu mereka datang dengan berita, bahwa telah kelihatan kepada mereka malaikat-malaikat, yang mengatakan, bahwa Ia hidup.24. Dan beberapa teman kami telah pergi ke kubur itu dan mendapati, bahwa memang benar yang dikatakan perempuan-perempuan itu, tetapi Dia tidak mereka lihat."”
Alkitab menulis riwayat tentang kisah perjalanan para murid Yesus, mereka menempuh perjalanan menuju emaus. 7 mil bukan perjalanan yang singkat tetapi cukup melelahkan. Mereka cukup berjuang untuk melanjutkan perjalanan untuk mencapai tujuan semula.
Apa yang membuta mereka mampu berjalan sampai tujuan? Tentu oleh karena penyertaan Tuhan.
1.       Mereka memperkatakan hal yang  benar.
Zakaria 8 : 16 “Inilah hal-hal yang harus kamu lakukan: Berkatalah benar seorang kepada yang lain dan laksanakanlah hukum yang benar, yang mendatangkan damai di pintu-pintu gerbangmu.”
Kita adalah gambaran orang-orang yang berjalan ke Emaus yang melihat hal-hal/kenyataan yang terjadi di sekitar kita.
Matius 18 : 19 – 20 ” 19. Dan lagi Aku berkata kepadamu: Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apapun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga.20. Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam Nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka."”
Alkitab menegaskan jika kesepakatan ada, maka berkat dicurahkan dan kehadiran Allah juga memberi terang yaitu “hal yang jelas”
Mazmur 119 : 130 “Bila tersingkap, firman-firman-Mu memberi terang, memberi pengertian kepada orang-orang bodoh.”
Firman harus dibuka oleh Tuhan oleh iman atau keyakinan kita.
2.       Ada kehangatan
Yesaya 49 : 10 – 11 “10. Mereka tidak menjadi lapar atau haus; angin hangat dan terik matahari tidak akan menimpa mereka, sebab Penyayang mereka akan memimpin mereka dan akan menuntun mereka ke dekat sumber-sumber air.11. Aku akan membuat segala gunung-Ku menjadi jalan dan segala jalan raya-Ku akan Kuratakan.”
Kalau Yesus ada bersama-sama dengan kita, apapun kondisi yang sedang terjadi dan yang kita alami, Tuhan akan bertindak. Dia sanggup mengubah keadaan dan memulihkan kita.
3.       Kita akan mengalami keteduhan
Mazmur 121 : 6 “Matahari tidak menyakiti engkau pada waktu siang, atau bulan pada waktu malam.”
Sebenarnya waktu siang/malam bukan masalah buat kita, tetapi yang menjadi masalah adalah suasana hati kita sehingga kadang suasana menjadi tidak bersahabat.
4.       Tuhan yang akan mengarahkan kita ke tempat yang tepat
Mazmur 48 : 15 “Sesungguhnya inilah Allah, Allah kitalah Dia seterusnya dan untuk selamanya! Dialah yang memimpin kita!”
Tuhan telah mengikat diriNya untuk menjadi pemimpin yang setia dan tetap, bagi orang percaya sepanjang hidup ini dan sampai ke rumah yang kekal dimana kita akan bersama Dia selamanya.
Itu sebabnya seberat dan sekeras apapun kondisi hidup yang sedang bergerak dan kita jalani jadikan Yesus satu-satunya pemimpin yang akan mengarahkan kita sampai tujuan dan sampai ketempat  yang tepat.Amin


Friday, May 8, 2015

BERKAT

Amsal 28 : 20
Oleh : Bpk.Pdt.Yunias Sutrimo
Minggu, 3 Mei 2015

“Orang yang dapat dipercaya mendapat banyak berkat, tetapi orang yang ingin cepat menjadi kaya, tidak akan luput dari hukuman.”
Dalam Alktitab mencatat bahwa sebenarnya kedua versi ini sama-sama mendapat berkat yaitu sumbernya dari Allah dan dari dunia ini.
Ada banyak contoh di dunia dewasa ini kalau berkat itu datangnya bukan dari Allah maka akan menimbulkan iri hati bagi yang biasa berfikiran negatif. Persoalannya adalah bagian A orang akan merasa senang jika dipercaya, dan sebaliknya akan menyenangkan orang yang mempercayainya.
Ketika pribadi itu dapat  dipercaya akan mendapat berkat yang banyak. Ketika Tuhan percayakan berkat kepada seseorang, orang lainpun akan turut merasakan kebahagiaan tersebut.
Dalam perjanjian lama kata-kata yang berkaitan dengan “berkat” terdapat lebih dari 400 kali, hal yang pertama yang Allah lakukan dalam hubunganNya dengan manusia adalah memberkati mereka.
Kata-kata “BERKAT” berarti :
·         Suatu kasih kasunia illahi yang menyebabkan pekerjaan kita berhasil.
·         Kehadiran Allah bersama kita
·         Pemberian Allah berupa kekuatan, kuasa, dan pertolongan.
Berkat Allah tidak boleh disamakan dengan keuntungan meterial perorangan atau ketidakadaan penderitaan dalam kehidupan kita. Tetapi berkat Allah itu bersyarat, umat Allah harus memilih berkat ketaatan atau kutuk karena ketidaktaatan. Kita harus senantiasa mengharapkan dari Allah berkatNya atas pelayanan, pekerjaan, keluarga, bahkan dalam seluruh aspek kehidupan kita, dan jadilah orang yang dapat dipercaya dalam segala sesuatu.Amin.

“Tuhan adalah pemilik segala sesuatu, kita adalah pengelolanya, apakah Allah dapat mengandalkan kita?”

Yesus Menampakan Diri Kepada Tomas

Yohanes 20:24-29

“24. Tetapi Tomas, seorang dari kedua belas murid itu, yang disebut Didimus, tidak ada bersama-sama mereka, ketika Yesus datang ke situ.25. Maka kata murid-murid yang lain itu kepadanya: "Kami telah melihat Tuhan!" Tetapi Tomas berkata kepada mereka: "Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya, sekali-kali aku tidak akan percaya."26. Delapan hari kemudian murid-murid Yesus berada kembali dalam rumah itu dan Tomas bersama-sama dengan mereka. Sementara pintu-pintu terkunci, Yesus datang dan Ia berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: "Damai sejahtera bagi kamu!"27. Kemudian Ia berkata kepada Tomas: "Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah."28. Tomas menjawab Dia: "Ya Tuhanku dan Allahku!"29. Kata Yesus kepadanya: "Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya."”
Tomas adalah orang yang pernah tidak percaya tehadap kebangkitan Yesus. Delapan hari Tomas dalam kebimbangan, angka delapan adalah angka lambang penyunatan dari cara hidup yang penuh dosa dan pelanggaran.
Alkitab mencatat, “Sementara pintu-pintu terkunci” yang berarti tidak ada lagi penghalang untuk Yesus hadir kepada siapa saja, dan dalam kondisi apa saja.Itu sebabnya kita juga harus punya kepekaan hati untuk menangkap dan merespon apa yang Tuhan inginkan karena tanpa kita sadari sikap-sikap seperti Tomas kadang coba-coba menghinggapi dalam hidup kekristenan kita.
1.       Mengapa Tomas mengalami kebimbangan? Karena Tomas tidak rajin datang bersama-sama dengan para murid untuk bersekutu.
Mazmur 119:63 “Aku bersekutu dengan semua orang yang takut kepada-Mu, dan dengan orang-orang yang berpegang pada titah-titah-Mu.”
Di dunia ini kadang kita temukan pribadi yang sangat tertutup dan tidak ingin dicampuri urusan pribadinya, tapi dalam Yesus penting adanya kebersamaan untuk berbagi bahkan sangat penting untuk bersekutu bersama untuk menikmati hadirat Tuhan.
1 Korintus 15:58 “Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.”
Ada banyak orang berfikir bahwa ketika melakukan sesuatu untuk Tuhan merasa sedang berkorban waktu, tenaga,pikiran,dll. Sebagai orang Kristen harus terus mencoba berfikir positif bahwa apapun yang kita kerjakan untuk Tuhan tidaklah pernah sia-sia.
2.       Percaya kepada firman. 
1 Petrus 1:8-9 “8. Sekalipun kamu belum pernah melihat Dia, namun kamu mengasihi-Nya. Kamu percaya kepada Dia, sekalipun kamu sekarang tidak melihat-Nya. Kamu bergembira karena sukacita yang mulia dan yang tidak terkatakan,

9. karena kamu telah mencapai tujuan imanmu, yaitu keselamatan jiwamu.”
Allah memandang iman orang percaya dewasa ini lebih besar daripada iman mereka yang dahulu, melihat dan mendengar secara langsung dari Yesus sendiri walau Yesus benar-benar sudah bangkit. Yesus memandang orang percaya sekarang sekalipun belum pernah melihatNya, mengasihi dan percaya kepadaNya.
Menurut Yesus kita adalah orang-orang yang dikatakan berbahagia, ” walau tidak melihat namun percaya “.
Miliki iman dan kepekaan hati seperti Tomas yang sudah diubahkan oleh kehadiran yesus. Amin.



Dalam iman, keraguan bukanlah jalan buntu, melainkan celah untuk menuju kepada pengertian baru.

Perhatian Yesus

Yohanes 20 : 20-23
Oleh : Ibu.Pdt.Arny Masrutti
Minggu, 12 April 2015

“20. Dan sesudah berkata demikian, Ia menunjukkan tangan-Nya dan lambung-Nya kepada mereka. Murid-murid itu bersukacita ketika mereka melihat Tuhan.21. Maka kata Yesus sekali lagi: "Damai sejahtera bagi kamu! Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu."22. Dan sesudah berkata demikian, Ia mengembusi mereka dan berkata: "Terimalah Roh Kudus.23. Jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni, dan jikalau kamu menyatakan dosa orang tetap ada, dosanya tetap ada."”
Setelah kebangkitannya dari antara orang mati, selama 40 hari Yesus sering menampakkan diri kepada para muridNya. Yesus datang diwaktu yang tidak ditentukan oleh siapapun, dan oleh apapun. Penampakan Yesus selalu menyakinkan kepada para muridNya tentang peristiwa kematianNya.
Karena murid-murid Yesus mengalami ketakutan.
Amsal 29 : 25 “Takut kepada orang mendatangkan jerat, tetapi siapa percaya kepada TUHAN, dilindungi.”
Jerat adalah sesuatu yang mengikat dan membuat orang jadi tidak bebas bergerak.
Lukas 2 : 14 “"Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya."”
Mulut kita kita pakai untuk memulyakan Dia. Pekerjaan, pelayanan, dan apapun kita lakukan untuk selalu hidup dalam perkenaan Tuhan.
Yesaya 57 : 15 “Sebab beginilah firman Yang Mahatinggi dan Yang Mahamulia, yang bersemayam untuk selamanya dan Yang Mahakudus nama-Nya: "Aku bersemayam di tempat tinggi dan di tempat kudus tetapi juga bersama-sama orang yang remuk dan rendah hati, untuk menghidupkan semangat orang-orang yang rendah hati dan untuk menghidupkan hati orang-orang yang remuk.”
Kalimat remuk dan rendah hati mengacu kepada siapa saja yang tertindas oleh beban dosa dan ingin menemukan kebebasan dari perbudakan. “Rendah hati” juga mengacu kepada orang yang hatinya hancur akibat malapetaka dan kesengsaraan dalam kehidupan ini.
Yeremia 37 : 9 “Beginilah firman TUHAN: Janganlah kamu membohongi dirimu sendiri dengan mengatakan: Orang-orang Kasdim itu telah pergi untuk selamanya dari pada kita! Padahal mereka tidak pergi untuk selamanya!”
Yeremia berdiri dihadapan raja dan dengan tegas menyatakan firman Allah. Ia tidak ragu untuk menyampaikan berita yang tidak populer bawha kota itu akan dibinasakan. Bagi Yeremia, pukulan, hukuman penjara, dan ancaman kematian tidak membuatnya goyah dari kesetiaannya kepada Tuhan.
Hari-hari ini jangan isi hati kita dengan kemarahan, iri hati, kebencian, dll...tetapi hari-hari ini kita akan mengundang roh kudus untuk memenuhi hidup kita.Amin
“ketika Allah memegang kedaulatan tertinggi, kita akan dimampukan untuk menguasai diri.”



Saturday, April 11, 2015

Pergi ke Galilea

Matius 28:1-11
Minggu,  5 April 2015
Oleh : Ibu Gembala Victoria Arny M

“1. Setelah hari Sabat lewat, menjelang menyingsingnya fajar pada hari pertama minggu itu, pergilah Maria Magdalena dan Maria yang lain, menengok kubur itu. 2. Maka terjadilah gempa bumi yang hebat sebab seorang malaikat Tuhan turun dari langit dan datang ke batu itu dan menggulingkannya lalu duduk di atasnya. 3. Wajahnya bagaikan kilat dan pakaiannya putih bagaikan salju. 4. Dan penjaga-penjaga itu gentar ketakutan dan menjadi seperti orang-orang mati. 5. Akan tetapi malaikat itu berkata kepada perempuan-perempuan itu: "Janganlah kamu takut; sebab aku tahu kamu mencari Yesus yang disalibkan itu. 6. Ia tidak ada di sini, sebab Ia telah bangkit, sama seperti yang telah dikatakan-Nya. Mari, lihatlah tempat Ia berbaring. 7. Dan segeralah pergi dan katakanlah kepada murid-murid-Nya bahwa Ia telah bangkit dari antara orang mati. Ia mendahului kamu ke Galilea; di sana kamu akan melihat Dia. Sesungguhnya aku telah mengatakannya kepadamu." 8. Mereka segera pergi dari kubur itu, dengan takut dan dengan sukacita yang besar dan berlari cepat-cepat untuk memberitahukannya kepada murid-murid Yesus. 9. Tiba-tiba Yesus berjumpa dengan mereka dan berkata: "Salam bagimu." Mereka mendekati-Nya dan memeluk kaki-Nya serta menyembah-Nya. 10. Maka kata Yesus kepada mereka: "Jangan takut. Pergi dan katakanlah kepada saudara-saudara-Ku, supaya mereka pergi ke Galilea, dan di sanalah mereka akan melihat Aku." 11. Ketika mereka di tengah jalan, datanglah beberapa orang dari penjaga itu ke kota dan memberitahukan segala yang terjadi itu kepada imam-imam kepala.”
Berkali-kali kita membaca ayat ini dan kita belajar memaknai tentang  peristiwa kebangkitan Kristus.   Para wanita yang mengasihi Tuhan pagi-pagi pergi ke kubur Yesus dengan membawa rempah, karena jika pergi pada siang hari takut diketahui orang-orang yang tidak suka dengan Tuhan Yesus. Galilea adalah tempat terdepan, maka prajurit yang berperang pasti tertembak duluan karena di depan. Galilea juga gambaran cicin Tuhan/ lambang otoritas yang tidak bisa dipakai oleh sembarang orang.
Yohanes 2:19 “Jawab Yesus kepada mereka: "Rombak Bait Allah ini, dan dalam tiga hari Aku akan mendirikannya kembali."”
Mereka berpikir itu tidak masuk akal, nenek moyang mereka saja membangun dalam tempo 46 Tahun, mana mungkin bisa diselesaikan dalam tempo 3 hari.
Yesaya 25:8 “Pada waktu itu orang akan berkata: "Sesungguhnya, inilah Allah kita, yang kita nanti-nantikan, supaya kita diselamatkan. Inilah TUHAN yang kita nanti-nantikan; marilah kita bersorak-sorak dan bersukacita oleh karena keselamatan yang diadakan-Nya!"”
Bagi orang yang ada di dalam Yesus, mati bukanlah hal yang menakutkan karena di dalam kerajaan surga yang akan datang , kesedihan, kesusahan, dan air mata akan disingkirkan dan tidak akan terjadi lagi.
1 Korintus 15:55-58 “55. Hai maut di manakah kemenanganmu? Hai maut, di manakah sengatmu?" 56. Sengat maut ialah dosa dan kuasa dosa ialah hukum Taurat. 57. Tetapi syukur kepada Allah, yang telah memberikan kepada kita kemenangan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita. 58. Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.”
Disaat kita mau maju/giat dalam pekerjaan Tuhan, selalu ada tantangan yang siap menghadang dan menghambat perjalanan iman kita.Mungkin kita pernah berada di posisi yang paling rendah, bagai berada di ujung tanduk yang siap menyakiti dari berbagai sisi. Tapi kita dapat belajar dari wanita-wanita yang berjalan menuju kubur Yesus, mereka tidak hanya berkorban harta benda, tapi juga berkorban waktu dan mereka tetap setia walau Yesus sudah mati.

Mungkin kita juga pernah menghadapi musibah yang bagaikan batu yang sngat besar yang sulit untuk ditembus atau digulingkan. Jangan takut karena kuasa kebangkitan-Nya sanggup memulihkan dan memberi kemenangan sepanjang kita tetap setia kepada-Nya sampai selama-lamanya. Amin

Sikap Dalam Bait Allah

Matius 21 : 12-17
Oleh : Ibu Gembala
Minggu, 29-Maret-2015

“12. Lalu Yesus masuk ke Bait Allah dan mengusir semua orang yang berjual beli di halaman Bait Allah. Ia membalikkan meja-meja penukar uang dan bangku-bangku pedagang merpat i13. dan berkata kepada mereka: "Ada tertulis: Rumah-Ku akan disebut rumah doa. Tetapi kamu menjadikannya sarang penyamun." 14. Maka datanglah orang-orang buta dan orang-orang timpang kepada-Nya dalam Bait Allah itu dan mereka disembuhkan-Nya. 15. Tetapi ketika imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat melihat mujizat-mujizat yang dibuat-Nya itu dan anak-anak yang berseru dalam Bait Allah: "Hosana bagi Anak Daud!" hati mereka sangat jengkel, 16. lalu mereka berkata kepada-Nya: "Engkau dengar apa yang dikatakan anak-anak ini?" Kata Yesus kepada mereka: "Aku dengar; belum pernahkah kamu baca: Dari mulut bayi-bayi dan anak-anak yang menyusu Engkau telah menyediakan puji-pujian?" 17. Lalu Ia meninggalkan mereka dan pergi ke luar kota ke Betania dan bermalam di situ.”
Dari semua pembacaan firman Allah hari ini kita dapat belajar sedapat mungkin untuk bersikap benar saat berada dalam bait Allah.
Peristiwa itu merupakan kedua kalinya Yesus memasuki bait suci dan melenyapkan segala macam ketidakbenaran. Setiap orang yang menyandang nama Yesus harus tahu bahwa sikap dan tindakan-tindakan yang kurang hormat dalam rumah Tuhan akan mendatangkan hukuman dan murka Allah.
Penyamun adalah gambaran perampok yang mengambil hak orang lain yang bukan haknya. Lalu bagaimana sikap yang harus kita lakukan saat kita masuk dalam bait Allah ?
1.       Menghormati hadirat Allah.
Ibrani 9 : 24 ” dan Ia telah masuk satu kali untuk selama-lamanya ke dalam tempat yang kudus bukan dengan membawa darah domba jantan dan darah anak lembu, tetapi dengan membawa darah-Nya sendiri. Dan dengan itu Ia telah mendapat kelepasan yang kekal.”
Masalah rutinitas/kebiasaan datang ke gereja hanya kita sendiri dan Tuhan yang tahu, tetapi jika kita lakukan dengan sungguh bukan orang lain yang beruntung tapi kita, karena itu adalah kepentingan kita.
2.       Memuji-muji Allah
Mazmur 66 : 17 “Kepada-Nya aku telah berseru dengan mulutku, kini dengan lidahku aku menyanyikan pujian.”
Bukankah kita tahu bawha Allah tidak hanya bertahta disurga, tetapi juga bertahta diatas pujian kita? Dan jika kita percaya diatas pujian kita ada kuasa, membangkitkan semangat, memotivasi, dan mendatangkan mujizat yang kita perlukan.
3.       Merindukan kuasa-Nya
1 Korintus 4 : 20 “Sebab Kerajaan Allah bukan terdiri dari perkataan, tetapi dari kuasa.”
Kerajaan Allah menyatakan dirinya dalam kuasa, demikian juga warga kerajaan surga yaitu kita harus memiliki lebih dari sekedar mendengar pembicaraan/berita, tetapi juga harus mengalami/menyatakan adanya kuasa roh kudus.

Sejauh ini bagaimana sikap kita saat memasuki bait Allah? Sudahkah Tuhan disenangkan lewat sikap hidup kita/sebaliknya? Ingatlah Yesus adalah Tuhan atas gerejaNya dan ia meminta agar gerejaNya menjadi rumah doa.Amin