Saturday, November 15, 2014
Friday, October 31, 2014
Bersukacitalah
Filipi 4:4
Oleh : Ibu Pdt.Arni Masrutti
Minggu,26 Oktober 2014
“Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan:
Bersukacitalah!”
Ada dua kata
yang di ulang-ulang, ini menandakan bahwa perkataan itu sangat penting. Orang
percaya harus bersukacita dan memperoleh kekuatan dengan mengingat akan kasih
karunia dan dekatnya Tuhan serta janji-janjinya pada kita, kita memang pantas
menjadi orang yang bersukacita.
Mazmur 105 : 1-6 “1. Bersyukurlah
kepada TUHAN, serukanlah nama-Nya, perkenalkanlah perbuatan-Nya di antara
bangsa-bangsa! 2. Bernyanyilah bagi-Nya, bermazmurlah bagi-Nya, percakapkanlah
segala perbuatan-Nya yang ajaib! 3. Bermegahlah di dalam nama-Nya yang kudus,
biarlah bersukahati orang-orang yang mencari TUHAN! 4. Carilah TUHAN dan
kekuatan-Nya, carilah wajah-Nya selalu! 5. Ingatlah perbuatan-perbuatan ajaib
yang dilakukan-Nya, mujizat-mujizat-Nya dan penghukuman-penghukuman yang
diucapkan-Nya, 6. hai anak cucu Abraham, hamba-Nya, hai anak-anak Yakub,
orang-orang pilihan-Nya!”
Bagaimana caranya agar kita tetap
bersukacita ?
1. Bersyukur
Mazmur 136 : 1 “Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab
Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.”
Dalam Mazmur
juga ada kalimat yang diulang-ulang, ini mengajarkan kita bahwa kasih Allah
adalah dasar dari semua tindakannya, kasihnya, kemurahannya, kesetiaannya,dan
kebaikannya.
2. Bernyanyi
bagiNya
Ibrani 13:15 “Sebab itu marilah kita, oleh Dia, senantiasa mempersembahkan korban
syukur kepada Allah, yaitu ucapan bibir yang memuliakan nama-Nya.”
Hal ini
menegaskan bahwa disaat dalam kesesakan, pencobaan, atau kesulitan yang kita
alami, kita harus mempercakapkan perbuatanNya yang ajaib, serta mempersembahkan
nyanyian syukur yang memuliakan Allah.
3. Bermegah
di dalam namaNya
Zakaria 10 : 12 ”Sebab itu marilah kita, oleh Dia, senantiasa mempersembahkan korban
syukur kepada Allah, yaitu ucapan bibir yang memuliakan nama-Nya.”
Alkitab mencatat
bahwa Allah berjanji untuk menghapus tantangan terhadap pemulihan Israel, maka
Allah juga akan memulihkan dan menguatkan
kita untuk dapat bermegah di dalam Tuhan, walau hidup dalam himpitan
sekalipun.
4. Cari
kekuatanNya dan wajahNya
Ratapan 3 : 25 “TUHAN adalah baik bagi orang
yang berharap kepada-Nya, bagi jiwa yang mencari Dia.”
Dalam segala
kondisi kita harus datang pada Tuhan tegakkan kepala, artinya tidak ada pada
pihak yang kalah.
5. Ingat
perbuatan-perbuatanNya yang ajaib
Yosua 1 : 8 “Janganlah engkau lupa
memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya
engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya,
sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung.”
“Merenungkan”
berarti membaca dalam hati, dan bicara kepada diri sendiri sementara berfikir,
dan siap menerapkan kepada seluruh kehidupan kita.
“Berhasil
dan beruntung” orang yang mengetahui dan menaati firman dan hukum-hukumNya akan
berhasil dan beruntung karena mereka memiliki hikmat untuk hidup benar dan
mencapai tujuan Allah bagi hidup mereka.
Jadilah
pribadi yang kuat, berani, tekun, dan menjadikan firman Allah sebagai penuntun
utama, serta memutuskan untuk selalu mencari kehadiran dengan sungguh-sungguh
seumur hidup kita.Amin
“Pengenalan kita akan Tuhan membawa kesediaan berkata “YA”
dan kepada ketaatan akan suara Tuhan.”
Berserah pada rancangan Tuhan
Yeremia 29 : 11
Oleh : Ibu Pdt.Arni Masrutti
Minggu, 19 Oktober 2014
“Sebab Aku ini mengetahui
rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman
TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan
kepadamu hari depan yang penuh harapan.”
Secara hurufiah orang akan
gampang mengungkapkan dan menganggap hal itu adalah hal yang biasa, tetapi
mengapa kita diharuskan untuk belajar berserah pada rancangan Tuhan, karena
kita berada dalam lingkungan yang terbatas, yang membutuhkan campur tangan
Allah dalam segala sesuatu.
1. Belajar
dari Daud(anak Isai)
1
Samuel 16 : 12 “Kemudian disuruhnyalah menjemput dia. Ia kemerah-merahan,
matanya indah dan parasnya elok. Lalu TUHAN berfirman: "Bangkitlah, urapilah
dia, sebab inilah dia.”
Waktu Saul
menjadi pemimpin bangsa Israel, Saul pernah melakukan hal-hal yang tidak
berkenan, maka Tuhan siapkan pengganti/pemimpin yang baru. Daud yang masih muda
memiliki wajah yang elok, tetapi Daud
punya hati yang sungguh mendambakan Allah. Itu merupakan alasan utama Allah
memilih dia sebagai raja berikutnya di Israel.
Ayub
22 : 22 “Terimalah apa yang diajarkan mulut-Nya, dan taruhlah firman-Nya dalam
hatimu.”
Daud tetap bisa
menerima “realita” dan tetap dapat menerima kenyataan/perkataan firman Tuhan.
2. Tetap
setia dalam kondisi yang Tuhan ijinkan.
Amsal
2 : 7-8 “7. Ia menyediakan pertolongan
bagi orang yang jujur, menjadi perisai bagi orang yang tidak bercela lakunya,8.
sambil menjaga jalan keadilan, dan memelihara jalan orang-orang-Nya yang
setia.”
Kalau Tuhan yang
menjangkau segala kondisi, waktu, keadaan, dan yang lain, pastikan kita akan
mendapat pertolongan yang tepat pada waktunya. Kalau kita akan masuk dalam
rancangan Tuhan kita harus tetap setia, maka jalan hidup kitapun akan di
pelihara oleh Tuhan.
3. Memiliki
sumber kekuatan.
Matius
17 : 27 “Tetapi supaya jangan kita menjadi batu sandungan bagi mereka, pergilah
memancing ke danau. Dan ikan pertama yang kaupancing, tangkaplah dan bukalah
mulutnya, maka engkau akan menemukan mata uang empat dirham di dalamnya.
Ambillah itu dan bayarkanlah kepada mereka, bagi-Ku dan bagimu juga."”
Kalau kita pikir
secara manusia tidak mungkin mulut ikan ada mata uang, tetapi ini fakta yang
tak terbantahkan. Hal itu terjadi karena pekerjaan iman yang dapat mengatasi
kemustahilan.
Yesus sering
mempercakapkan sifat yang sejati yang sanggup memindahkan gunung, mengadakan
mujizat dan penyembuhan, serta melakukan hal-hal yang besar dan dahsyat.
Iman yang sejati adalah iman yang
“Efektif” yang memberi hasil, dan yang memampukan kita untuk menerima panggilan
Tuhan, dalam kondisi apapun, dan memiliki kekuatan untuk bertahan dan hidup
dalam rancangan Tuhan selamanya.Amin.
“Pertolongan Tuhan sering kali terhalang oleh kebanggaan dan kelebihan
yang kita miliki, tetapi kita akan belajar berserah pada rancangan Tuhan.”
Friday, October 17, 2014
Bersyukur mulai dari hal-hal kecil
Oleh : Ibu Pdt.Arny Masrutti
(Minggu, 12 Oktober 2014)
Lukas 15 : 8-10
“8.
"Atau perempuan manakah yang mempunyai sepuluh dirham, dan jika ia
kehilangan satu di antaranya, tidak menyalakan pelita dan menyapu rumah serta
mencarinya dengan cermat sampai ia menemukannya?
9.
Dan kalau ia telah menemukannya, ia memanggil sahabat-sahabat dan
tetangga-tetangganya serta berkata: Bersukacitalah bersama-sama dengan aku,
sebab dirhamku yang hilang itu telah kutemukan.
10.
Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita pada malaikat-malaikat
Allah karena satu orang berdosa yang bertobat."”
Di dunia ini orang gampang untuk
bersyukur tatkala menerima berkat-berkat yang banyak, dapat mengalami hal-hal
yang dahsyat dan luar biasa. Tetapi bagaimana di saat badai mulai datang?
Masalah mulai bermunculan, sakit penyakit datang menghampiri, bahkan kenyamanan
mulai terusik, biasanya ucapan syukur mulai nyaris tak terdengar.
Ayat di atas mengisahkan tentang
dirham yang tidak seberapa nilainya, tetapi perempuan yang memiliki dirham itu
merasa betapa berartinya barang itu, maka dia berupaya bagaimana caranya agar
bisa di dapatkan kembali, maka dia langsung ambil tindakan.
1. Perempuan
itu siap melakukan sesuatu, yaitu menyalakan lampu.
2. Perempuan
itu menyiapkan sapu, ada itikat baik untuk membersihkan dengan cermat dan
teliti.
3. Terjadi
sukacita yang luar biasa, karena yang hilang sudah ditemukan.
Matius 5 : 15 “Lagipula orang
tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas
kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu.”
Pelita artinya di tinggikan,
gambaran juga orang-orang percaya yang telah menjadi kesaksian yang baik di
dunia ini.Ketika kita menjadi kesaksian bagi orang lain, kita pun akan mendapat
kelimpahan dan kasih karunia Allah.
Amsal 13 : 4 “Hati si pemalas
penuh keinginan, tetapi sia-sia, sedangkan hati orang rajin diberi kelimpahan”
Tanpa kita sadari sesungguhnya
setiap pagi kita selalu mendapat kelimpahan : waktu, berkat akan diberikan
kepada kita kalau kita rajin dan sungguh-sungguh antusias dan siap bekerja
bersama Tuhan apa yang Tuhan tidak bisa untuk kita? “Dia sanggup”
Ester 1 : 9 “Juga Wasti, sang
ratu, mengadakan perjamuan bagi semua perempuan di dalam istana raja
Ahasyweros.”
Ratu wasti mengadakan pesta
perjamuan wanita, adalah gambaran bahwa wanita perlu bersekutu satu dengan yang
lain, untuk saling belajar mengenai hal-hal yang positif dan memulyakan Tuhan.
Yeremia 30 : 19 “Nyanyian syukur
akan terdengar dari antara mereka, juga suara orang yang bersukaria. Aku akan
membuat mereka banyak dan mereka tidak akan berkurang lagi; Aku akan membuat
mereka dipermuliakan dan mereka tidak akan dihina lagi.”
Tuhan sangat menginginkan kita,
dalam kondisi yang tidak bersahabat sekalipun. Kita harus tetap bertahan dalam
panggilanNya walaupun suka/duka silih
berganti, dan kerikil tajam siap menghadang di depan kita, jangan pernah mundur
selangkahpun, tetaplah maju sampai janji dan rencananya di genapi dalam hidup
kita.Amin
“Jika kita percaya bahwa rancangan Tuhan adalah kebaikan, maka kita
akan selalu bersyukur dalam segala hal.”
Memiliki keberanian untuk hidup
Yesaya 40 : 28-31
Oleh : Pdt.Markus Suprapto
Minggu, 5 Oktober 2014
“28. Tidakkah kautahu, dan tidakkah kaudengar? TUHAN ialah Allah kekal
yang menciptakan bumi dari ujung ke ujung; Ia tidak menjadi lelah dan tidak
menjadi lesu, tidak terduga pengertian-Nya.
29.ia memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada
yang tiada berdaya.
30. Orang-orang muda menjadi lelah dan lesu dan teruna-teruna jatuh
tersandung,
31. tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan
baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya;
mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah”
Kita semua tahu bahwa Allah kita
adalah Allah yang maha kuasa, dan sampai hari ini Dia tidak pernah berubah. Itu
sebabnya kita harus memandang Dia sebagai sumber pertolongan dan kasih
karunianya yang nyata atas kita.
1 Raja-raja 17 : 10-15 “
10. Sesudah itu ia bersiap, lalu pergi ke Sarfat. Setelah ia sampai ke
pintu gerbang kota itu, tampaklah di sana seorang janda sedang mengumpulkan
kayu api. Ia berseru kepada perempuan itu, katanya: "Cobalah ambil bagiku
sedikit air dalam kendi, supaya aku minum."
11. Ketika perempuan itu pergi mengambilnya, ia berseru lagi:
"Cobalah ambil juga bagiku sepotong roti."
12. Perempuan itu menjawab: "Demi TUHAN, Allahmu, yang hidup,
sesungguhnya tidak ada roti padaku sedikitpun, kecuali segenggam tepung dalam
tempayan dan sedikit minyak dalam buli-buli. Dan sekarang aku sedang
mengumpulkan dua tiga potong kayu api, kemudian aku mau pulang dan mengolahnya
bagiku dan bagi anakku, dan setelah kami memakannya, maka kami akan mati."
13. Tetapi Elia berkata kepadanya: "Janganlah takut, pulanglah,
buatlah seperti yang kaukatakan, tetapi buatlah lebih dahulu bagiku sepotong
roti bundar kecil dari padanya, dan bawalah kepadaku, kemudian barulah kaubuat
bagimu dan bagi anakmu.
14. Sebab beginilah firman TUHAN, Allah Israel: Tepung dalam tempayan
itu tidak akan habis dan minyak dalam buli-buli itupun tidak akan berkurang
sampai pada waktu TUHAN memberi hujan ke atas muka bumi."
15. Lalu pergilah perempuan itu dan berbuat seperti yang dikatakan
Elia; maka perempuan itu dan dia serta anak perempuan itu mendapat makan
beberapa waktu lamanya.”
Perjumpaan seorang janda dengan
Elia membuat harapannya yang kecil menjadi besar, maka dia berani bertindak
karena iman.
1. Janda
memiliki keberanian untuk hidup
Tuhan mengutus
Elia untuk memperkuat iman janda itu, dan memberikan berkat-berkat rohani &
jasmani ketika dia nyaris putus asa. Demikian juga seberat apapun tekanan yang
menimpa, kita harus berani untuk hidup.
2. Janda itu memiliki keberanian untuk berkorban
dan bermurah hati.
Jadi iman harus
ada tindakan, orang yang jatuh cinta kepada Tuhan pasti ingin berkorban, dipersiapkan
dan di bawa kepada Tuhan. Jadi orang yang berani berkorban dan murah hati itu
sudah masuk hitungan Tuhan.
Allah mengukur
persembahan bukan dari jumlah yang dipersiapkan, tetapi dari kasih, pengabdian,
dan pengorbanan yang terkadang dalam persembahan tersebut.
3. Janda
itu memiliki keberanian untuk tetap percaya.
Kalau Tuhan sudah
lakukan sesuatu yang begitu dahsyat bagi janda itu, kita juga harus yakin
terhadap pemeliharaan Tuhan bahwa firmannya adalah ya dan amin.
Sejauh ini bagaimana kedekatan kita
dengan Tuhan? Di saat posisi kita hampir-hampir seperti janda itu, dan
hampir-hampir tak berdaya dan nyaris putus asa, adakah iman dan setitik harapan
yang tersisa untuk kita dapat kembali meraih muzijat/pemulihan dari Tuhan.
Milikilah iman dan keberanian
seperti janda itu, maka apa yang Tuhan lakukan akan dilakukan juga kepada
kita.Amin
“Orang berani adalah orang yang berani mengambil jalan yang tidak
dilalui oleh kebanyakan orang”
Thursday, October 9, 2014
Hidup karena percaya
Matius 14 : 22-33
Oleh : Pdt.Kristanto
Minggu, 28 September 2014
“22. Sesudah itu Yesus segera
memerintahkan murid-murid-Nya naik ke perahu dan mendahului-Nya ke seberang,
sementara itu Ia menyuruh orang banyak pulang.23.Dan setelah orang banyak itu
disuruh-Nya pulang, Yesus naik ke atas bukit untuk berdoa seorang diri. Ketika
hari sudah malam, Ia sendirian di situ.”
Suatu kisah nyata tentang Yesus dan para murid ketika
masih berada di bumi. Yesus serring kali meluangkan waktu untuk sendirian
dengan Allah, yaitu berdoa untuk kesejahteraan rohani sertiap orang percaya.
Ketidakinginan untuk berdoa sendirian dan bersekutu
dengan Bapa di Surga adalah suatu tanda yang jelas bahwa hidup rohani kita
sedang mengalami kemunduran. Maka kita harus segera berbalik serta
memperbaharui penyerahan kita kepada kasih karuniaNya yang menyelamatkan.
Matius 17 : 17-18
“17. Maka kata Yesus: "Hai kamu angkatan yang tidak
percaya dan yang sesat, berapa lama lagi Aku harus tinggal di antara kamu?
Berapa lama lagi Aku harus sabar terhadap kamu? Bawalah anak itu ke
mari!"18. Dengan keras Yesus menegor dia, lalu keluarlah setan itu dari
padanya dan anak itupun sembuh seketika itu juga.”
Ayat ini mencerminkan penilan Yesus terhadap
murid-murid dan gereja yang gagalmelayani orang lain dengan kuasa kerajaan
Allah. Dan gagal untuk membebaskan orang-orang
yang ditindas oleh iblis atau setan. Yesus ernah mmenegur setan, kita
tahu bahwa setan tidak untuk didoaakn, namun ditegur dan diusir.
2 Korintus 5 : 7
“sebab hidup kami ini adalah hidup karena percaya, bukan
karena melihat”
Dala, hidup ini ada banyak hal yang dapat ditakuti,
anamun Yesus ingin agar kita memandang Dia dan tidaj=k takut lagi. Kata-kata
yang membangkitkan semangat dilandaskan pada kuasaNya yang tidak terbatas.
Serta kasih pribadi yang sangat kuat kepada semua umatNya yang percaya dan
benar-benar menjadi milikNya.
“AKU INI” dalam bahasa Yunani “EGO EIMI”. Sebuah
perperkataan yang sangat sederhana tapi penuh makna.
1.
EGO EIMI bisa dimaknai Aku ini
sahabat sejati kalian.
2.
EGO EIMI bisa dimaknai Aku ini
Tuhan.
3.
EGO EIMI bisa dimaknai Aku ini
tidak berubah
Ketegasan ini harus meyakinkan murid-murid Yesus akan
datangnya pertolongan ilahi.
Hari ini mungkin dalam rumah tangga kita bergelora,
ada angin kencang, serasa kita berjalan dia atas air kebimbangan…percayalah,,,”EGO
EIMI” masih berlaku sampai hari ini untuk kita.
“Kerelaan menjalani kehidupan yang tidak rata, membuat
mental dan rohani seseorang terlatih dan siap maju”
Pohon dan Buahnya
Lukas 6 : 43-45
Oleh : Pdt.Arny Masrutti
Minggu, 21 September 2014
“43. "Karena tidak ada pohon yang baik yang menghasilkan buah yang
tidak baik, dan juga tidak ada pohon yang tidak baik yang menghasilkan buah
yang baik.44. Sebab setiap pohon dikenal pada buahnya. Karena dari semak duri
orang tidak memetik buah ara dan dari duri-duri tidak memetik buah anggur.45.
Orang yang baik mengeluarkan barang yang baik dari perbendaharaan hatinya yang
baik dan orang yang jahat mengeluarkan barang yang jahat dari perbendaharaannya
yang jahat. Karena yang diucapkan mulutnya, meluap dari hatinya."”
Ayat ini
mengisahkan tentang pohon yang baik dan yang tidak baik. Duri tidak mungkin
membuahkan anggur, jadi seharusnya yang terjadi adalah penuaian buah harus
sesuai dengan apa yang ditabur. Sesungghnya hati kita adalah lahan untuk
ditaburi Firman Allah, sudahkah kita membuahkan kebenaran dan kebaikan?
Mazmur 92 : 13 : “Orang benar akan bertunas seperti pohon korma,
akan tumbuh subur seperti pohon aras di Libanon;”
Orang Kristen
harus punya cirri-ciri yang lain
daripada yang lain, contohnya :
1.
Pohon Korma, dia adalah pohon
yang kuat, yang tidak gampangkena angin? Cuaca ekstrim.
Sekeras apapun kehidupan yang kita
hadapi, kita harus tetap kuat untuk bertahan dalam Tuhan.
2.
Pohon Aras, pohon yang tumbuh
di gunung yang anginnya cukup besar. Tak gampang roboh dan tetap mengeluarkan
buah yang manis.
3.
Pohon aras tumbuh menjulang
tinggi, akarnya menjulur kemana-mana, tapi tetap bertemu dan saling
bergandengan. Itu menggambarkan betapa orang Kristen harus bergandengan tangan
rukun dan saling menguatkan satu sama lain.
4.
Ketika ranting pohon aras itu
kering, dan jatuh lalu dikumpulkan, ketika dibakar mengeluarkan atau menebarkan
bau harum yang menyegarkan orang. Anak-anak Tuhan yang bertahan hidup di lading
Tuhan dan hidup dalam kebenaran, tentu juga akan menyenangkan hati Tuhan dan
sesama.
Kisah Para Rasul 9 : 36 : “Di Yope ada seorang murid perempuan bernama
Tabita--dalam bahasa Yunani Dorkas. Perempuan itu banyak sekali berbuat baik
dan memberi sedekah.”
Sekali waktu
Tabita meninggal, alkitab mencatat bahwa orang-orang yang ada di sekitar
terkesan dengan kebaikan Tabita, maka mereka meminta Petrus untuk membangkitkan
dia. Maka bangkitlah dia. Hari ini kesan apa yang orang-orang dapatkan dari
diri kita anak-anak Tuhan.
Ibrani 6 : 8 : “tetapi jikalau tanah itu menghasilkan semak
duri dan rumput duri, tidaklah ia berguna dan sudah dekat pada kutuk, yang
berakhir dengan pembakaran.”
Dimanapun yang
namanya duri pasti menyakitkan, bagaimana Tuhan dimasyurkan kalau lahan hati
kita masih menghasilkan semak duri dan rumput duri yang tidak berguna dan yang
selalu menyakiti siapapun. Orang-orang kadang merasa tidak nyaman dan merasa
tersakiti oleh sikap dan tindakan kita. Mulailah berubah dari cara hidup yang
tidak tepat, tidak disiplin, dan tidak selaras dengan Firman Tuhan.
Di zaman ini
hidup memang semakin keras, tekanan-tekanan hidup dari berbagai sisi berusaha
menghimpit untuk melemahkan iman kita. Tapi kita harus kembali pada posisi
sebenarnya untuk tetap berkomitmen yang selalu memiliki kemampuan, kerinduan,
kemauan, untuk menjadi pelaku firman, dan yang selalu berusaha tetap bertahan
dan berbuah walau di tengah-tengah masa yang subur.
Amin.
Buah memang jatuh tak jauh dari pohonnya, tetapi kita bukan
buah, sehingga kita bisa hidup secara berbeda dari “pohon”.
Subscribe to:
Posts (Atom)













