Saturday, July 25, 2015

Jadilah KehendakMu

Yohanes 5:1-9

“1. Sesudah itu ada hari raya orang Yahudi, dan Yesus berangkat ke Yerusalem.2. Di Yerusalem dekat Pintu Gerbang Domba ada sebuah kolam, yang dalam bahasa Ibrani disebut Betesda; ada lima serambinya 3. dan di serambi-serambi itu berbaring sejumlah besar orang sakit: orang-orang buta, orang-orang timpang dan orang-orang lumpuh, yang menantikan goncangan air kolam itu. 4. Sebab sewaktu-waktu turun malaikat Tuhan ke kolam itu dan menggoncangkan air itu; barangsiapa yang terdahulu masuk ke dalamnya sesudah goncangan air itu, menjadi sembuh, apapun juga penyakitnya. 5. Di situ ada seorang yang sudah tiga puluh delapan tahun lamanya sakit. 6. Ketika Yesus melihat orang itu berbaring di situ dan karena Ia tahu, bahwa ia telah lama dalam keadaan itu, berkatalah Ia kepadanya: "Maukah engkau sembuh?" 7. Jawab orang sakit itu kepada-Nya: "Tuhan, tidak ada orang yang menurunkan aku ke dalam kolam itu apabila airnya mulai goncang, dan sementara aku menuju ke kolam itu, orang lain sudah turun mendahului aku." 8. Kata Yesus kepadanya: "Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalanlah." 9. Dan pada saat itu juga sembuhlah orang itu lalu ia mengangkat tilamnya dan berjalan. Tetapi hari itu hari Sabat.”
Setelah menderita 38 tahun orang ini mengalami kekecewaan yang berkepanjangan karena tidak pernah sembuh. Sambil tetap mengharapkan pertolongan dari Allah. Namun akhirnya kesembuhan datang juga.
Kita juga jangan sekali-sekali putus harap, tapi percaya bahwa waktu Allah untuk mengulurkan tangan kepada kita juga akan datang segera. Kita tidak perlu menyalahkan orang lain, dan diri sendiri, tapi kita akan mengubah pola pikir kita agar dapat berkata, ”Jadilah kehendakMu.”
1.       Akui otoritas dan kemahakuasaan Tuhan.
1 Samuel 2:3 “Janganlah kamu selalu berkata sombong, janganlah caci maki keluar dari mulutmu. Karena TUHAN itu Allah yang mahatahu, dan oleh Dia perbuatan-perbuatan diuji.”
Kalau kita mengakui kemahakuasaan dan kemahatahuan Tuhan, dimanapun kita berada, maka akan melakukan seperti apa yang Tuhan mau.
2.       Berhenti menyalahkan orang lain.
Amsal 16:9 “Hati manusia memikir-mikirkan jalannya, tetapi TUHANlah yang menentukan arah langkahnya.”
Kita tahu Tuhan tidak pernah menyalahkan siapapun, tapi wanita yang di catat dalam Injil Yohanes ketika Tuhan tanya, jawabanya justru mulai menyalahkan orang lain.
3.       Lakukan firman/ perintah Tuhan.
Ulangan 30:9-109. TUHAN, Allahmu, akan melimpahi engkau dengan kebaikan dalam segala pekerjaanmu, dalam buah kandunganmu, dalam hasil ternakmu dan dalam hasil bumimu, sebab TUHAN, Allahmu, akan bergirang kembali karena engkau dalam keberuntunganmu, seperti Ia bergirang karena nenek moyangmu dahulu-- 10. apabila engkau mendengarkan suara TUHAN, Allahmu, dengan berpegang pada perintah dan ketetapan-Nya, yang tertulis dalam kitab Taurat ini dan apabila engkau berbalik kepada TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu."”
Untuk menjadi pelaku firman sebenarnya bukan hak yang sulit, tapi kebiasaan-kebiasaan buruk yang ada dalam hidup kita, menbuat kita menganggap remeh terhadap firman Tuhan.
4.       Alami Mujizat. Mujizat, kuasa, dan segala otoritas yang kita di dalam Yesus, sesungguhnya masih ada sampai hari ini. Dan sebenarnya bukan hal yang sulit untuk kita raih, tapi kadang kita memaksa tuhan dan berdoa yang tidak sesuai dengan kehendak tuhan, sehingga merasa mujizat itu jauh dan terlambat dating kepada kita.
Mulailah belajar taat terhadap otoritas/perintah Tuhan, dan berhenti menyalahkan orang lain. Sehingga dapat berkata kepada Tuhan,”Jadilah kehendakMu.”Amin

Kita hanya perlu bersabar untuk menantikan penggenapan rencanaNya dalam hidup kita.

0 komentar:

Post a Comment