Monday, June 16, 2014

Dibaptis Roh Kudus

Kisah Para Rasul 1 : 1-5

Oleh : Pdt.Paulus Suyatno
Minggu, 8 Juni 2014

1. Hai Teofilus, dalam bukuku yang pertama aku menulis tentang segala sesuatu yang dikerjakan dan diajarkan Yesus,
2. sampai pada hari Ia terangkat. Sebelum itu Ia telah memberi perintah-Nya oleh Roh Kudus kepada rasul-rasul yang dipilih-Nya.
3. Kepada mereka Ia menunjukkan diri-Nya setelah penderitaan-Nya selesai, dan dengan banyak tanda Ia membuktikan, bahwa Ia hidup. Sebab selama empat puluh hari Ia berulang-ulang menampakkan diri dan berbicara kepada mereka tentang Kerajaan Allah.
4. Pada suatu hari ketika Ia makan bersama-sama dengan mereka, Ia melarang mereka meninggalkan Yerusalem, dan menyuruh mereka tinggal di situ menantikan janji Bapa, yang--demikian kata-Nya--"telah kamu dengar dari pada-Ku.
5. Sebab Yohanes membaptis dengan air, tetapi tidak lama lagi kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus."
Di buku yang ditulis Rasul Paulus yang pertama adalah dalam injil Lukas, yang kedua ditulis di dalam Kisah Para Rasul untuk theofilus, yaitu memperkenalkan tentang Roh Kudus. Hidup orang Kristen tanpa Roh Kudus adalah seperti senapan tanpa peluru, bunyi tapi tidak mengenai sasaran. Bagaimana orang yang sudah dibabtis Roh Kudus ?
1. Orang itu memiliki dynamo, yaitu kuasa, kemampuan, dan kekuatan Allah.
(Kisah Para Rasul 1 : 8) : “Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.”
(Markus 5 : 25 ) : “Adalah di situ seorang perempuan yang sudah dua belas tahun lamanya menderita pendarahan.”  ada tenaga/generator Allah yang keluar, tenaga itu akan memulihkan dan menyembuhkan.
(2 Timotius 1 : 7) : “Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban.” ketika Roh Kudus datang akan membangkitkan kekuatan/memberi semangat yang baru.
2. Orang yang sudah dibabtis Roh Kudus akan memiliki sumber mata air.
(Yohanes 4 : 13-14) :” 13. Jawab Yesus kepadanya: "Barangsiapa minum air ini, ia akan haus lagi,
14. tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal."”
Orang itu juga akan memiliki sumber air kehidupan yang menyegarkan, yaitu air yang tidak membuat haus lagi, tidak lain adalah Roh Kudus. Roh kudus akan tetap terpelihara hanya dengan kekuatan doa kita.
3. Orang yang sudah dibabtis Roh Kudus akan memiliki Api Roh Kudus.
 (Kisah Rasul 2 : 14) : “Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya.” Api di dunia ini bisa membakar semuanya. Tapi Api Roh Kudus akan membakar segala kesalahan kita.
(Yesaya 6 : 1-8) : “1. Dalam tahun matinya raja Uzia aku melihat Tuhan duduk di atas takhta yang tinggi dan menjulang, dan ujung jubah-Nya memenuhi Bait Suci.
2. Para Serafim berdiri di sebelah atas-Nya, masing-masing mempunyai enam sayap; dua sayap dipakai untuk menutupi muka mereka, dua sayap dipakai untuk menutupi kaki mereka dan dua sayap dipakai untuk melayang-layang.
3. Dan mereka berseru seorang kepada seorang, katanya: "Kudus, kudus, kuduslah TUHAN semesta alam, seluruh bumi penuh kemuliaan-Nya!"
4. Maka bergoyanglah alas ambang pintu disebabkan suara orang yang berseru itu dan rumah itupun penuhlah dengan asap.
5. Lalu kataku: "Celakalah aku! aku binasa! Sebab aku ini seorang yang najis bibir, dan aku tinggal di tengah-tengah bangsa yang najis bibir, namun mataku telah melihat Sang Raja, yakni TUHAN semesta alam."
6. Tetapi seorang dari pada Serafim itu terbang mendapatkan aku; di tangannya ada bara, yang diambilnya dengan sepit dari atas mezbah.
7. Ia menyentuhkannya kepada mulutku serta berkata: "Lihat, ini telah menyentuh bibirmu, maka kesalahanmu telah dihapus dan dosamu telah diampuni."
8. Lalu aku mendengar suara Tuhan berkata: "Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?" Maka sahutku: "Ini aku, utuslah aku!"”
Alkitab mencatat api itu telah menyentuh bibir, bukankah kebanyakan manusia berdosa karena bibir/muut kenajisan.Kalau Api Roh Kudus sudah menyentuh bibir kita, maka bentuk kesalahan kita sudah dihapus dan dosa kita sudah diampuni.
Marilah kita jangan lagi mengikuti cara-cara dunia yang menyesatkan, tapi ikutilah cara-cara Tuhan yang selalu berdampak positif, dan selalu menciptakan hal-hal yang terpuji dan memuliakn Tuhan. Amin
Tuhan memberkati...

0 komentar:

Post a Comment